Ledakan Dekat Mapolsek TkB, Polda Tetapkan Mustafa Tersangka

img
Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo saat ekspose kasus di Mapolda setempat, Senin (25/9). Foto: Agung Dharma Wijaya

Harianmomentum--Mustafa Zailani ditetapkan sebagai tersangka pada kasus ledakan yang diduga bom didekat Mapolsek Tanjungkarang Barat (TkB), Minggu (24/9) kemarin. 

 

Penyebabnya, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikkan, polisi menemukan barang-barang yang diduga bahan peledak di tiga tempat kejadian perkara (tkp). Barang bukti tersebut diantaranya sejenis arang bakar, urea, serbuk berwarna coklat, timbangan digital. 

 

Tkp pertama di kediaman istri mudanya yang bernama Aula Suryani alias Umi Yani yang berada didepan Jalan Bung Tomo, depan Mapolsek TkB.

 

Kemudian polisi juga menemukan bahan-bahan sejenis di rumah istri tuanya yang bernama Wa Ode Nurmah di Jalan Ikan Sepat, Kelurahan Pesawahan Telukbetung Selatan. Tkp ketiga berada di bangunan dekat rumah istri pertamanya. 

 

Hal tersebut disampaikan Kapolda Lampung Irjen Suroso Hadi Siswoyo saat ekspose kasus di Mapolda setempat, Senin (25/9). 

 

Suroso mengatakan, temuan tersebut diberawal dari ledakan yang terjadi di kediaman istri mudanya. 

 

"Menurut keterangan awal ledakan tersebut diduga berasal dari tabung gas, namun kemudian saat dilakukan olah tempat kejadian perkara polisi menemukan barang-barang yang diduga bahan peledak," kata Kapolda. 

 

Dia menjelaskan, saat ini sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. 

 

Diantaranya, Mustafa Zailani (52), As 22,  N Alias UL 49, Y guru pondok, S 33, T 22, UY sebagai saksi korban. 

 

"Dari hasil keterangan saksi-saksi tersebut, polisi menduga adanya keterlibatan Mustafa Zailani dalam kasus temuan tersebut," jelasnya. 

 

Persangkaan tersebut didasari, karena Mustafa telah melanggar pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 51, dengan ancaman hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup dan penjara maksimal 20 tahun. 

 

Serta pasal 360 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. 

 

Selanjutnya, lanjut dia, polisi masih melakukan pendalaman terkait adanya keterlibatan jaringan terorisme. 

 

"Kita belum bisa menetapkannya sebagai teroris, karena masih dilakukan penyelidikan, apakah nanti terlibat atau tidak kita tunggu saja," ucapnya. 

 

Saat ini kasus tersebut sedang diselidiki oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 dan Intelejen Polri. (adw)

 






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos