Rigisjaya Lampung Barat Masuk 50 Besar Desa Wisata ADWI 2021

img
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Lambar, Tri Umaryani

MOMENTUM, Liwa--Kembali kabar gembira datang dari Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Pekon/Desa Wisata Rigisjaya, Kecamatan Airhitam masuk 50 desa wisata di ajang Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Hal itu menjadi prestasi membanggakan. Terlebih, Rigisjaya menjadi satu-satunya desa wisata di Provinsi Lampung yang menembus 50 besar dari 1.831 desa wisata dari 34 provinsi di seluruh Indonesia yang mengikuti ADWI 2021. 

Desa Wisata Rigisjaya beserta empat desa wisata lainnya yang ada di Lampung masuk 300 besar pada hari Kamis (19-8-2021). Berselang sehari, Jumat (20-8-2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Manparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengumumkan kembali bahwa desa wisata Rigisjaya masuk 100 besar ADWI.

Pada Senin (23-8-2021), kembali kabar gembira diterima Pemkab Lambar. Menparekraf mengumumkan bahwa Desa Wisata Rigisjaya masuk 50 besar ADWI.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Lambar, Tri Umaryani mengatakan, masuknya Rigisjaya ke 50 besar ADWI merupakan kebanggaan bagi Lambar. 

"Alhamdulilah Desa Wisata Rigisjaya masuk 50 besar ADWI. Hal ini berjalan sesuai dengan apa yang kita targetkan," ucapnya.

Tri mengatakan, bahwa ada kriteria penilaian, antaranya penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), desa digital, souvenir (kuliner, kriya), daya tarik wisata (alam, budaya, buatan), konten kreatif, homestay dan toilet.

Dikatakan, pengembangan desa wisata ini juga merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendorong melestarikan memberdayakan berbagai potensi yang ada di desa. Baik potensi wisata, potensi alam, potensi budaya dan nilai-nilai kearifan lokal, dengan adanya pengembangan desa wisata semoga mampu mendorong perekonomian yang ada di pekon-pekon.

“Kami berharap seluruh stake holder yang ada di pekon dapat terus bekerja terus bahu membahu, berkolaborasi untuk mengelola potensi yang ada di desa sehingga mampu meningkatkan dan memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat di sekitarnya," katanya.

Meski telah masuk 50 besar, menurutnya pengembanagan potensi wisata di Lambar masih harus ditingkatkan.

“Pekerjaan rumah belum selesai, mari tingkatkan kolaborasi, inovasi, adaptasi untuk membangkitkan pariwisata Lambar,” katanya.

“Semoga desa wisata lain di Lambar akan segera menjadikan desa wisatanya masuk dalam kriteria-kriteria di atas, sehingga menjadi desa-desa wisata yang siap menyambut tamu dengan standar pelayanan yang baik. Semuanya akan bermuara pada tingkat kunjungan dan pendapatan yang berdampak pada kesejahteraan," katanya. (*)

Laporan: Sulemy.

Editor: M Furqon.



Leave a Comment