2,6 Juta Warga Lampung Sudah Dicoklit Pantarlih

img
Petugas pantarlih menempelkan stiker tanda pemilih sudah dicoklit.

MOMENTUM, Bandarlampung--Hingga hari kesepuluh, lebih dari 2,6 juta warga Lampung yang datanya sudah dicoklit (pencocokan dan penelitian) oleh Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kegiatan coklit dimulai sejak 12 Februari hingga 14 Maret 2023. Melibatkan 25.675 anggota pantarlih di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Komisioner KPU Lampung Divisi Data dan Informasi Agus Riyanto mengatakan 2.664.290 orang atau 30,34 persen  pemilih sudah tercoklit dari potensi pemilih di Provinsi Lampung pada pemilu 2024 yang mencapai 6.527.356 pemilih.

"Capaian progres ini berdasarkan hasil pemantau di website e-coklit KPU RI. Datanya akan terus bergerak secara dinamis dari masing-masing KPU kabupaten/kota," kata Agus pada Rabu 22 Februari 2023.

Menurut Agus, progress capaian coklit tertinggi per hari ini yaitu Kabupaten Waykanan yang mencapai 46,2 persen  dari jumlah pemilih 348,675 pemilih. Tertinggi kedua yaitu Lampung Timur mencapai 37,4 persen dengan jumlah pemilih 822.852 pemilih.

"Sedangkan yang terendah Lampung Utara yang baru mencapai 19,9  persen dengan jumlah pemilih 471.277 pemilih," ujarnya.

Dia menyebutkan sejumlah kendala coklit yang dihadapi oleh pantarlih di 10 hari pertama diantaranya penggunaan aplikasi E-Coklit di hari pertama hingga ketiga yang mengalami gangguan sehingga coklit tetap dilakukan secara manual di semua wilayah.

Kemudian, banyak pemilih yang salah penempatan TPS bukan di wilayah tempat domisilinya, lalu adanya pemilih yang berdomisili tidak sesuai dengan alamat domisili yang tercantum dalam KTP elektronik.

Selanjutnya, terdapat kendala geografis di beberapa daerah terpencil, tertinggal dan wilayah perbatasan terutama adanya dusun-dusun atau pedukuhan kantong serta adanya kendala akses jaringan di beberapa wilayah kabupaten seperti Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Tanggamus  yang blank spot terkait penggunaan aplikasi e-coklit.

Terakhir, ada sebagian warga yang susah dan tidak bisa ditemui pada saat Pantarlih melakukan kegiatan coklit.

Dia menjelaskan, tahapan coklit ini menjadi momentum untuk memutakhirkan daftar pemilih baik daftar pemilih dengan kreteria sesuai, ubah data,  penambahan potensi pemilih baru, pemilih tidak memenuhi syarat maupun penataan pemilih yang belum tepat penempatan TPSnya.

"Kesuksesan tahapan coklit yang dilakukan oleh pantarlih akan berkontribusi besar pada akurasi, kemutakhiran dan kualitas daftar pemilih di pemilu 2024. Dan ini sangat dipengaruhi oleh dukungan dan partisipasi semua pihak dalam menyukseskan tahapan coklit yang sedang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota dan jajarannya PPK, PPS dan pantarlih," tuturnya. (*)


Editor: Muhammad Furqon


Leave a Comment