Ekspor Perikanan Tembus Rp1,13 Triliun

img
Ilustrasi

MOMENTUM, Bandarlampung--Nilai ekspor komoditas perikanan asal Lampung pada semester I tahun 2023 mencapai Rp1,13 triliun dengan jumlah 7.836.914 kilogram atau 7.836,9 ton.

Jumlah tersebut berasal dari berbagai komoditas perikanan. Seperti, kepiting, ikan, rumput laut, lobster, cumi-cumi, teripang dan sebagainya.

Hal itu berdasarkan data Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung yang dihimpun harianmomentum.com, Minggu (6-8-2023).

Berdasarkan data itu, untuk udang merupakan komoditas terbanyak yang diekspor, mencapai 5.445.227 kilogram dengan nilai Rp717,66 miliar.

Kemudian, kepiting 661.660 kepiting dengan Rp269,68 miliar dan ikan beku 168.541 kilogram senilai Rp119,37 miliar. (Selengkap lihat grafis)

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Liza Derni menjelaskan, Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan utama dari komoditas tersebut. Terutama untuk udang dan rajungan.

"Tapi sekarang, negara-negara lain, seperti Cina juga sudah mulai banyak menjadi tujuan ekspor. Hanya saja, sekarang masih banyak Amerika," kata Liza.

Dia menyebutkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong untuk meningkatkan ekspor di sektor perikanan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada pembudidaya atau unit pengolahan ikan (UPI) agar mendapatkan surat izin ekspor.

"Jadi kita terus lakukan pendamping dan pembinaan kepada UPI yang sampai berhasil melakukan ekspor. Untuk surat izinnya hanya berlaku dua tahun, kalau sudah habis kita lakukan pembinaan lagi," jelasnya. 

Selain itu, menurut Liza, UPI yang akan melakukan ekspor harus memenuhi beberapa standar yang telah ditentukan oleh negara tujuan ekspor. Standar tersebut mulai dari budidaya, perawatan hingga hasil yang siap untuk diekspor.

"Jadi pembudidaya juga harus menerapkan sistem yang diterapkan negara tujuan. Misalnya, cara budidaya ikan yang baik dan benar mulai dari dia benih yang harus bersertifikat," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Arinal Djunaidi menyebutkan, Lampung memiliki berbagai komoditas yang potensial. Baik di sektor pertanian, perkebunan hingga perikanan.

Apalagi, tingginya kebutuhan pangan dunia membuat ekspor berbagai produk pertanian asal Lampung terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

"Jadi nilai ekspor Lampung masih bisa ditingkatkan dengan diversifikasi komoditas unggulan atau menjaga kualitas komoditas yang sudah ada," jelasnya.

Karena itu, gubernur juga berharap adanya sinergi dan konsolidasi segenap pihak wajib dilakukan secara simultan.  Vaik di sektor Hulu atau Hilir karena masih adanya tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan sistem perekonomian yang stabil dan berkelanjutan.

Gubernur membeberkan, beberapa upaya yang mampu memacu peningkatan komoditas lokal. Seperti meningkatkan dan mempertahankan produksi hasil pertanian atau komoditas unggulan.

Kemudian, meningkatkan ekspor komoditas tidak hanya bahan mentah atau setengah jadi, tetapi dalam bentuk olahan. Upaya perusahaan untuk penetrasi pasar ekspor, apakah ada kendala kelama perjalanan bisnisnya.

Selanjutnya, kemudahan ekspor komoditi unggulan yang diberikan pemerintah termasuk Bea Cukai dan urusan perpajakan, serta peran industri perbankan dalam pengembangan komoditi unggulan Lampung.

"Serta upaya lain-lainnya. Sehingga, komoditas unggulan Lampung dapat memacu perekonomian daerah dan nasional," tuturnya. (**)









Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos