Warga Desak Pemerintah Hentikan Masuknya Gajah Liar ke Desa Penyangga Way Kambas

img
Ribuan warga desa penyangga Way Kambas unjuk rasa tuntut pemerintah hentikan masuknya gajah liar ke lahan warga. Foto: Ist.

MOMENTUM, Labuhanratu -- Ribuan warga yang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Blai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Selasa, 13 Januari 2026, mendesak pemerintah segera menghentikan masuknya gajah liar ke desa-desa penyangga di sekitar Way Kambas.

Massa menuntut Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan pengelola TNWK bertanggung jawab atas konflik berkepanjangan antara manusia dan gajah liar yang telah menimbulkan kerusakan lahan pertanian, permukiman, hingga korban jiwa. Warga menyebut, ada 23 desa di sejumlah kecamatan yang berbatasan dengan kawasan hutan TNWK terdampak langsung konflik tersebut.

“Kami tidak minta belas kasihan. Kami minta negara hadir dan menghentikan gajah masuk ke desa kami sekarang juga,” teriak salah seorang warga saat berorasi.

Selain itu, warga juga mendesak pemerintah mengambil langkah konkret dan permanen agar gajah liar tidak lagi memasuki wilayah permukiman. Selama ini, warga mengaku harus melakukan ronda secara mandiri hampir setiap malam untuk melindungi tanaman dari gangguan satwa liar.


“Setiap malam kami ronda, setiap musim tanam kami rugi. Sampai kapan warga harus jadi pagar hidup Way Kambas?” ujar orator lainnya.

Dalam aksinya, massa juga dengan tegas menolak wacana pengalihan fungsi lahan dari zona inti menjadi zona pemanfaatan. Mereka meminta dilakukan evaluasi total terhadap kondisi hutan TNWK dan kebijakan perizinan pemanfaatan lahan yang dinilai telah mempersempit habitat satwa dan memicu konflik.

Baca Juga: Ribuan Warga Geruduk Kantor BKSDA Lampung Timur

Baca Juga: Teror Gajah Way Kambas

“Kalau hutan dikelola dengan benar, gajah tidak akan keluar. Yang salah bukan warga, tapi kebijakan,” kata seorang warga yang turut dalam aksi tersebut.

Warga juga mengingatkan bahwa konflik gajah liar di sekitar Way Kambas telah memakan korban jiwa. Seorang kepala desa di Kecamatan Way Jepara tewas terinjak gajah saat berupaya menghalau satwa liar agar tidak merusak tanaman warga.

“Kepala desa kami sudah jadi korban. Jangan tunggu korban berikutnya baru pemerintah bergerak,” teriak massa.

Hingga berita ini diturunkan, massa aksi belum diterima oleh pejabat berwenang dari pihak pengelola TNWK. Para pengunjuk rasa masih bertahan di lokasi dan bergantian menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara.

Sementara itu, puluhan personel kepolisian tampak berjaga untuk mengamankan jalannya aksi. Hingga saat ini, pihak TNWK belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan warga. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos