MOMENTUM, Gedongtataan--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran. Lampung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya sambaran petir.
Imbauan tersebut disampaikan setelah dua warga Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, tersambar petir saat melintas di area persawahan, Senin (14-3-2026) sekitar pukul 17.15 WIB.
Dalam kejadian itu, Wiwik Widayati (52) meninggal dunia di lokasi, sementara Pratikno (55) mengalami kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di RSUD Pesawaran.
Sekretaris BPBD Pesawaran Muzamil Mara, mengatakan peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di ruang terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di area terbuka saat hujan disertai petir. Jika cuaca memburuk, segera cari tempat perlindungan yang aman,” ujar Muzamil, Selasa (14-3-2026).
Menurutnya, potensi sambaran petir masih tinggi seiring kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Pratikno Lolos dari Kritis
BPBD meminta masyarakat mewaspadai tanda-tanda cuaca ekstrem seperti hujan lebat, kilat, dan angin kencang, serta menghindari berteduh di bawah pohon, menggunakan alat elektronik di ruang terbuka, maupun beraktivitas di persawahan atau lapangan saat terjadi petir.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami berharap masyarakat lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
BPBD Pesawaran juga memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna meminimalkan risiko bencana di wilayah tersebut. (**)
Editor: Munizar
