20 Tahun Batik Siger by Una: Bertahan di Tradisi, Berinovasi, dan Angkat Martabat Disabilitas

img
Laila Al Khusna, Pendiri Batik Siger yang akrab disapa Mama Una.

MOMENTUM, Bandarlampung--Genap dua puluh tahun berkarya di dunia wastra, Batik Siger by Una tampil memukau membawa lebih dari 100 karya di ajang Lampung International Fashion Movement (LIFMOVE) 2026. Penampilan spesial ini disiapkan hanya dalam waktu tiga bulan yang sangat mendadak, menjadi wujud syukur sekaligus refleksi perjalanan panjang penuh tantangan melestarikan budaya Lampung.

Pendiri Batik Siger, Una--Laila Al Khusna--mengakui bahwa menjaga tradisi batik tulis di tengah banjir barang murah dan produk instan bukan hal mudah. "Kehidupan di bidang batik ini tidak ringan. Niat kami hanya satu: melestarikan dan mencintai warisan ini. Batik tulis tak mungkin bisa murah karena prosesnya panjang dan teliti, namun kami ingin budaya ini tetap berjalan," ujarnya.

Demi keberlangsungan usaha dan memberi nafkah bagi para pengrajin yang sebagian besar menjadi tulang punggung keluarga, Una berani berinovasi.

"Kami tetap pertahankan batik tulis sebagai inti, namun kami juga menjual produk berteknik printing. Keuntungannya digunakan untuk mensubsidi biaya produksi batik tulis yang prosesnya luar biasa berat. Itu cara kami agar tetap bisa bertahan," ujar Una.

Bukan Sekadar Membatik, Tapi Angkat Martabat

Satu hal yang paling membanggakan dari perjalanan Batik Siger adalah komitmen memberdayakan teman-teman disabilitas. Una telah mendampingi mereka sejak masa sekolah hingga kini sudah mandiri bekerja.

"Mereka tidak hanya diajarkan membatik. Ada yang kini menjadi model, ada yang berkembang menjadi desainer — seperti Iran yang tampil kemarin. Kami tidak ingin mereka hanya dianggap tenaga kerja, tapi kami ingin mengangkat kreativitas, harkat, dan martabat mereka. Di sini saya bukan mencari keuntungan pribadi, melainkan memberi ruang bagi mereka untuk bersinar," ujar dia.

Di panggung LIFMOVE 2026 pun, para pengrajin dan teman-teman disabilitas turut ditampilkan secara khusus sebagai bentuk penghargaan atas karya unggulan yang mereka ciptakan.

Bawa Nama Lampung ke Dunia

Selama dua puluh tahun, Batik Siger telah menembus pasar lebih dari 20 negara, termasuk tampil bergengsi di New York Indonesia Fashion Week. Bagi Una, ini adalah bukti bahwa karya tangan lokal mampu bersaing dan diakui dunia.

Terakhir, Una menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung, termasuk rekan-rekan wartawan yang hadir menyaksikan momen bersejarah ini. Dua puluh tahun menjadi awal langkah selanjutnya: menjaga nyala batik Lampung, memberi manfaat bagi banyak orang, dan mewariskan kebanggaan bagi generasi mendatang.(**)






Editor: Agus Setyawan





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos