MOMENTUM, Bandarlampung--Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung rencana perbaikan jalan di ruas Wates–Metro, Kecamatan Trimurjo, serta ruas Metro–Kota Gajah di Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (22-4-2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Mirza menyampaikan bahwa proses lelang proyek telah rampung. Saat ini, tahapan tinggal menunggu penandatanganan kontrak yang dijadwalkan pada 30 April 2026.
“Lelang sudah selesai, sekarang tinggal kontrak. Insyaallah setelah itu pekerjaan segera dimulai,” ujarnya.
Ia menargetkan perbaikan jalan dapat tuntas pada September 2026. Dalam waktu dekat, pengerjaan pondasi awal diharapkan sudah bisa diselesaikan.
“Sebulan pertama kita fokus pada pondasi. Bulan berikutnya masuk tahap lean concrete, lalu dilanjutkan dengan pengecoran hingga selesai,” jelasnya.
Selain kondisi jalan, Mirza juga menyoroti persoalan drainase di lokasi yang dinilai menjadi titik rawan genangan.
Dia menyebut, sejumlah saluran air tertutup bangunan warga sehingga aliran air tidak berjalan optimal.
“Ini daerah paling rendah. Ada saluran yang tertutup bangunan, akibatnya air menumpuk di sini. Kalau dibiarkan, bisa berdampak ke permukiman warga,” katanya.
Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar membuka kembali saluran drainase yang ada.
“Saya sudah minta agar segera disosialisasikan supaya saluran lama bisa difungsikan kembali,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Lampung juga berencana mengatur lalu lintas kendaraan bertonase besar dengan mengalihkan ke jalan nasional, guna menjaga kondisi jalan provinsi agar lebih awet.
“Kendaraan berat akan diarahkan ke jalan nasional. Kami juga akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa perbaikan ruas Metro–Wates sepanjang 12 kilometer akan difokuskan pada titik-titik kerusakan.
Pada tahun 2026, penanganan dilakukan sepanjang 1,345 kilometer dengan nilai kontrak sekitar Rp14 miliar.
“Pekerjaan meliputi peningkatan badan jalan, pembangunan drainase di kedua sisi, serta pelebaran jalan,” jelasnya.
Lebar jalan yang semula 5 meter akan diperluas menjadi 6 meter, dengan tambahan bahu jalan masing-masing 1 meter, sehingga total lebar mencapai 8 meter.
Untuk ruas Metro–Kota Gajah, perbaikan tahap lanjutan difokuskan pada titik kerusakan berat sepanjang sekitar 350 meter dengan konstruksi beton.
“Total penanganan sekitar 420 meter dengan anggaran kurang lebih Rp5 miliar, termasuk beberapa titik lain seperti di sekitar jembatan,” tutupnya.
Di lain sisi, Anggota DPRD Lampung Abdullah Sura Jaya menyatakan komitmennya untuk mengawal pembangunan ruas jalan Wates–Metro yang resmi memasuki tahap awal pembangunan melalui kegiatan groundbreaking.
Abdullah mengatakan, dirinya turut mendampingi Gubernur Lampung dalam pelaksanaan peletakan batu pertama proyek tersebut. Ruas jalan yang memiliki panjang total sekitar 12 kilometer itu akan mulai dibangun secara bertahap, dengan target awal sepanjang 1,5 kilometer.
“Hari ini kita mendampingi Gubernur untuk melaksanakan groundbreaking ruas jalan Wates–Metro. Panjang totalnya sekitar 12 kilometer dan tahap awal pembangunannya kurang lebih 1,5 kilometer,” kata Abdullah.
Menurut dia, keberadaan ruas jalan tersebut memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat transportasi dan jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan itu menjadi penghubung sejumlah wilayah seperti Gunung Sugih, Wates, Padang Ratu, hingga Bangun Rejo.
Ia menjelaskan, mobilitas masyarakat di jalur tersebut cukup tinggi, terutama untuk mendukung sektor pertanian, perdagangan, hingga industri.
“Jalan ini menjadi akses utama untuk angkutan alat pertanian, hasil pertanian, perdagangan, sampai aktivitas industri. Hampir semua aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah itu melalui jalur ini,” jelasnya.
Terkait fungsi pengawasan, Abdullah menegaskan bahwa DPRD Lampung akan terus memastikan proyek tersebut berjalan sesuai perencanaan.
Dia menyebut pembangunan ini juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi melalui program Lampung Mulus.
"Ini salah satu bentuk pengawasan kita di dewan. Alhamdulillah, dari periode ke periode jalan ini belum pernah dibangun, dan tahun ini bisa direalisasikan sesuai janji Gubernur melalui program Lampung Mulus,” ujarnya.
Dia berharap pembangunan ruas Wates–Metro dapat berjalan lancar dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan konektivitas serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
