MOMENTUM, Pringsewu--Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung kembali menorehkan prestasi. Kampus yang berlokasi di Jalan Wisma Rini, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu itu berhasil menembus tiga besar penerima pendanaan Penelitian Fundamental Reguler (PFR) Tahun 2026 di lingkungan LLDikti Wilayah II.
Berdasarkan informasi resmi per 22 April 2026, IBN Lampung menempati peringkat ketiga dengan total lima proposal penelitian yang lolos pendanaan.
Capaian tersebut menempatkan IBN Lampung sejajar dengan sejumlah perguruan tinggi unggulan lainnya. Posisi pertama dan kedua ditempati Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung yang masing-masing meraih enam pendanaan.
Rektor IBN Lampung, Fauzi, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil nyata dari komitmen dosen dalam menghasilkan riset yang inovatif dan berdampak.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa budaya penelitian di IBN Lampung terus berkembang secara produktif dan kolaboratif, serta berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Fauzi, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, program pendanaan PFR merupakan skema kompetitif nasional yang menitikberatkan pada kualitas proposal, kebaruan ide, serta kontribusi ilmiah yang dihasilkan.
“Keberhasilan IBN menembus tiga besar menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas riset institusi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik IBN Lampung, Didi Susianto, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari strategi penguatan kapasitas dosen.
Menurutnya, program pelatihan metodologi penelitian, pendampingan penyusunan proposal, hingga pembuatan roadmap riset menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut.
“Kami membangun ekosistem riset yang terstruktur dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan hingga publikasi ilmiah bereputasi,” katanya.
Dekan FTIKOM IBN Lampung, Muhamad Muslihudin, menambahkan keberhasilan itu diharapkan mendorong peningkatan kualitas luaran penelitian, termasuk publikasi di jurnal bereputasi seperti SINTA dan Scopus, serta perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Ia optimistis capaian tersebut akan berdampak pada peningkatan akreditasi program studi dan institusi, sekaligus memperkuat implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.
“Semoga dengan torehan ini, IBN Lampung semakin menegaskan eksistensinya sebagai perguruan tinggi unggul di bidang riset dan inovasi di Sumatera, serta siap berkontribusi dalam pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” harapnya.
Editor: Muhammad Furqon
