MOMENTUM, Jakarta --Dua jenderal asal Lampung mendapat penugasan baru dalam mutasi besar-besaran di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026 yang mengatur pergeseran 108 personel, termasuk sejumlah kepala kepolisian daerah (Kapolda).
Salah satu nama yang mendapat posisi baru adalah Irjen Pol Rudi Setiawan. Alumni Akpol 1993 itu ditarik ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri setelah sebelumnya menjabat Kapolda Jawa Barat.
Rudi Setiawan diketahui mulai menjabat Kapolda Jawa Barat berdasarkan mutasi Polri pada April 2025. Sebelum memimpin Polda Jawa Barat, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Deputi Penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Posisi Kapolda Jawa Barat yang ditinggalkan Rudi kini diisi oleh Irjen Pol Pipit Rismanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Barat.
Selain Rudi Setiawan, jenderal asal Lampung lain yang mendapat penugasan baru adalah Irjen Pol Ahmad Ramadhan. Alumni Akpol 1991 yang merupakan satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu mendapat tugas sebagai Dosen Kepolisian Utama Tingkat I STIK Lemdiklat Polri.
Sebelumnya, Ahmad Ramadhan yang pernah menjabat Wakapolda Lampung bertugas sebagai Dosen Kepolisian Utama Tingkat I Akpol Lemdiklat Polri.
Mutasi kali ini juga menyentuh sejumlah perwira menengah yang pernah bertugas di Lampung. Salah satunya, Kombes Pol Abdul Waras yang ditunjuk sebagai Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya. Sebelumnya, ia menjabat Kapolres Metro Depok.
Nama lain yang ikut masuk daftar mutasi ialah Kombes Pol Wirdo Nefisco. Perwira yang sebelumnya menjabat Analis Intelijen Kepolisian Madya Tingkat II Badan Intelkam Polri itu kini dipercaya sebagai Agen Intelijen Kepolisian Utama Tingkat II Baintelkam Polri.
Dalam mutasi kali ini, Polri mencatat sebanyak 108 personel mengalami pergeseran jabatan yang mencakup promosi, pergeseran setara (flat), selesai pendidikan, hingga memasuki masa pensiun. Sebanyak 91 personel di antaranya masuk kategori promosi dan flat jabatan, termasuk sembilan jabatan Kapolda yang mengalami pergantian.
Kadiv Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, mengatakan mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier dan penguatan organisasi.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujar Johnny dalam keterangannya.
Ia menegaskan, pergantian jabatan di lingkungan Polri diharapkan memperkuat pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat serta menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di tubuh Korps Bhayangkara. (**)
Editor: Muhammad Furqon
