MOMENTUM, Pekanbaru--PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara mendorong Universitas Riau untuk dapat menyiapkan sumber daya manusia unggul dan adaptif yang mampu menjawab tantangan industri masa depan.
Dalam
kegiatan bertajuk “Transformasi Sarjana ke Talenta melalui Student Journey
ASRI” yang dihadiri langsung Rektor Universitas Riau, Profesor Dr Sri Indarti
serta ratusan Kepala Program Studi di Universitas Riau, Pekanbaru, Kamis
(18/5), Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menjelaskan bahwa
di lingkungan kerja di BUMN, terutama PTPN IV PalmCo telah mengalami perubahan
secara fundamental seiring derasnya arus digitalisasi, disrupsi teknologi,
persaingan global, hingga tuntutan keberlanjutan lingkungan.
Untuk
itu, kata dia, talenta yang memiliki karakter kuat, mampu belajar cepat, lincah
beradaptasi, dan siap bekerja di tengah perubahan yang dinamis. “BUMN hari ini
membutuhkan talenta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga
memiliki learning agility, kemampuan beradaptasi, serta mampu bekerja
kolaboratif di tengah perubahan yang sangat cepat,” jelas Bambang yang juga
alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau tersebut.
Sebagai
contoh, ia menjabarkan bahwa transformasi yang berlangsung di PTPN IV PalmCo
telah mengubah pola operasional perusahaan secara menyeluruh melalui penerapan
teknologi digital berbasis data. Mulai dari pengelolaan kebun, pemantauan
panen, transportasi, pengolahan di pabrik, hingga pengawasan produksi secara
real-time melalui pemanfaatan geospasial, artificial intelligence (AI),
Internet of Things (IoT), serta dashboard digital terintegrasi.
Menurut
Bambang, sektor perkebunan modern kini telah berkembang menjadi industri
berbasis teknologi presisi atau precision agriculture yang membutuhkan SDM
dengan penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir adaptif.
“Transformasi
industri tidak bisa dihindari. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu
menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan, menguasai teknologi, dan
memiliki pola pikir inovatif,” papar pria berkacamata itu.
Selain
penguatan kompetensi teknis, Bambang juga menekankan pentingnya karakter
sebagai pondasi utama dalam membangun talenta masa depan.
Ia
mengatakan proses rekrutmen yang dilangsungkan oleh BUMN ini tidak lagi
menitikberatkan pada indeks prestasi atau sertifikat kompetensi, namun juga
mengukur integritas, etika kerja, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan
melalui implementasi budaya kerja AKHLAK. “Attitude adalah fondasi, sedangkan
hard skill menjadi akselerator. Keduanya harus berjalan beriringan,” tutur pria
berkacamata tersebut.
Dalam
paparannya, Bambang turut menguraikan sejumlah kompetensi yang diproyeksikan
menjadi kebutuhan utama industri masa depan, seperti data analytics, digital
mindset, sustainability, green energy, serta pemahaman terhadap AI dan otomasi.
Ia
juga memperkenalkan konsep EntrePlanters, yakni transformasi pola pikir insan
perkebunan agar tidak hanya bekerja sebagai pegawai administratif, namun
memiliki mentalitas layaknya entrepreneur yang mengedepankan inovasi,
efisiensi, ownership mindset, dan keberlanjutan bisnis.
Kepala
Unit Penunjang Akademik pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) Julita
SE MSi Ak CA dalam menyampaikan bahwa Student Journey ASRI yang resmi
diluncurkan tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem terintegrasi
Universitas Riau untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang
akademik maupun nonakademik.
"Sistem
ini diharapkan mampu memenuhi keterampilan, pengalaman organisasi,
kepemimpinan, serta portofolio talenta yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia
industri. Dengan demikian, potensi dan keterampilan yang dimiliki mahasiswa
dapat lebih mudah dikenali serta disesuaikan dengan kebutuhan dunia
kerja," papar Julita
Senada,
Rektor Universitas Riau, Prof Sri Indarti menilai peluncuran Student Journey
ASRI sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif,
kompetitif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan industri di era digital.
Dalam
kesempatan yang sama, Sri secara khusus menyampaikan apresiasi atas kesediaan
Bambang, yang juga merupakan mahasiswanya angkatan 1993 tersebut untuk hadir
secara langsung memberikan wawasan dan pengalaman kepada sivitas akademika
Universitas Riau.
Menurut
Sri, pemaparan tersebut menjadi bekal penting dalam memperkuat pengembangan
future talent di lingkungan kampus agar lebih selaras dengan kebutuhan industri
modern.
Sri
juga menyampaikan kebanggaannya karena Bambang merupakan salah satu alumni
Universitas Riau yang berhasil menorehkan karier hingga menjadi pucuk pimpinan
di lingkungan PTPN IV Regional III.
Menurut
dia, capaian tersebut menjadi contoh nyata bahwa lulusan Universitas Riau mampu
bersaing dan dipercaya memimpin perusahaan besar nasional. “Beliau adalah salah
satu alumni Universitas Riau yang patut menjadi teladan. Perjalanan karier
hingga dipercaya menjadi Region Head PTPN IV Regional III menunjukkan bahwa
alumni Universitas Riau mampu tampil dan bersaing di tingkat nasional,”
tuturnya.
Ia
berharap sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dapat terus
diperkuat guna menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik,
tetapi juga siap menghadapi tantangan transformasi global yang terus
berkembang.(**)
Editor: Agus Setyawan
