MOMENTUM, Bandarlampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kehadiran Kejaksaan Tinggi Lampung kini semakin dirasakan masyarakat, terutama dalam memberikan pendampingan dan kepastian hukum.
Hal itu disampaikan Mirza saat acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung dari Danang Suryo Wibowo kepada Taufan Zakaria di Mahan Agung, Jumat malam (14/8/2026).
“Dulu lihat gedung kejaksaan takut, sekarang senang, apalagi UMKM dan wong cilik yang butuh bantuan hukum. Terima kasih Mas Danang, selama setahun tiga bulan ini mendampingi kami menghadirkan negara di hati masyarakat Provinsi Lampung,” ujar Mirza.
Dalam kesempatan tersebut, Mirza menyampaikan apresiasi kepada Danang Suryo Wibowo atas dedikasi dan sinerginya selama bertugas sekitar satu tahun tiga bulan di Lampung. Danang selanjutnya mendapat tugas baru sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
Menurut Mirza, sinergi Pemprov Lampung dengan Kejati bersama jajaran Forkopimda telah berjalan baik, terutama dalam mengawal pembangunan, investasi, tata kelola pemerintahan, hingga menjaga kepercayaan masyarakat.

“Selama setahun tiga bulan ini kita banyak sekali menghadapi persoalan bersama. Ada pembangunan yang harus dikawal, ada investasi yang butuh kepastian hukum, ada tata kelola pemerintahan yang harus terus diperbaiki, dan ada yang lebih penting yaitu kepercayaan masyarakat yang harus kita pertahankan,” katanya.
Mirza juga menilai kolaborasi pemerintah daerah, Kejati, TNI dan Polri memberikan dampak terhadap perekonomian Lampung. Pengawalan program pangan dan pendampingan UMKM, menurutnya, turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung berada di posisi kedua tertinggi di Sumatera. Sementara produksi jagung Lampung berada di peringkat ketiga nasional dengan surplus panen mencapai sekitar 400 ribu ton.
Mirza kemudian menyambut kedatangan Taufan Zakaria sebagai Kajati Lampung yang baru. Ia berharap kepemimpinan Taufan dapat memperkuat sinergi penegakan hukum dan pembangunan di Lampung.
“Bagi kami, pembangunan dan penegakan hukum bukanlah dua hal yang dipertentangkan, justru keduanya harus berjalan seiringan. Kami percaya kalau kepastian hukum terjaga, investasi akan tumbuh. Kalau investasi tumbuh, lapangan pekerjaan terbuka. Kalau lapangan pekerjaan bertambah, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.
Mirza menegaskan Pemprov Lampung siap menjadi mitra kerja yang terbuka dan kolaboratif bagi Kejati Lampung.
“Pemerintah Provinsi Lampung siap menjadi mitra yang terbuka. Kalau ada yang perlu dikomunikasikan dan dikoordinasikan, kita selesaikan bersama. Kalau ada yang perlu diperbaiki, kita perbaiki bersama,” katanya.
Sementara itu, Danang Suryo Wibowo menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan dengan Pemprov Lampung dan jajaran Forkopimda selama menjalankan tugas.
“Saya bersama istri merasakan 15 bulan ini sebuah anugerah untuk kami. Berbagai ilmu, wawasan dan pengalaman yang berharga kami peroleh selama di sini,” ujar Danang.
Danang juga menyebut Taufan Zakaria bukan sosok baru bagi Lampung. Menurutnya, Taufan memiliki pengalaman panjang dalam penugasan di Lampung, mulai dari kepala seksi, kepala kejaksaan negeri hingga asisten.
“Beliau adalah casing-nya saja yang baru Pak Gub, kalau jeroannya sudah lama. Dari mulai Kasi, Kajari, Asisten, sampai sekarang Kajati,” katanya.
Kajati Lampung Taufan Zakaria menyatakan siap melanjutkan program dan sinergi yang telah dibangun bersama pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.
“Besok saya langsung on bekerja bersama jajaran untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” tegas Taufan.
Taufan juga menegaskan kesiapan Kejati Lampung dalam mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN), pengamanan aset, serta memberikan pendampingan hukum melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
“Kapasitas kami baik secara institusi maupun intelijen, perdata dan tata usaha negara (Datun), siap memberikan pertimbangan dan pendampingan hukum. Pengamanan bukan cuma fisik, tetapi kepastian hukum regulasi agar tercipta iklim yang kondusif untuk pembangunan masyarakat Provinsi Lampung,” ujarnya.(*)
Editor: Muhammad Furqon
