MOMENTUM, Blambanganumpu--Tugas 33 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Waykanan pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, telah tuntas. Namun, bagi Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah, tugas mereka tidak berhenti setelah Sang Merah Putih diturunkan.
Pesan itu disampaikan Ayu saat menggelar ramah tamah bersama 33 anggota Paskibraka di Nuwa Agung (Rumah Dinas Bupati), Senin (17-8-2026) malam.
Ayu menegaskan, menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas seremonial. Proses karantina hingga pelaksanaan upacara telah menempa mereka menjadi generasi yang disiplin, tangguh, teliti, dan mampu bekerja dalam tim.
“Kalian adalah duta-duta muda Waykanan. Apa yang kalian tunjukkan hari ini, adalah cerminan masa depan daerah kita. Pemkab akan selalu mendukung langkah kalian dalam berkarya,” kata Ayu.
Menurutnya, pengalaman sebagai Paskibraka harus menjadi modal untuk menatap masa depan. Disiplin waktu, tanggung jawab, kekompakan, dan ketahanan mental yang terbentuk selama menjalankan tugas harus terus dibawa ke lingkungan sekolah, masyarakat, hingga dunia kerja.
Ayu juga meminta para Paskibraka menjadi agen perubahan sekaligus teladan dalam menanamkan nasionalisme dan semangat gotong royong.
“Jangan hanya bangga mengenakan seragam Paskibraka. Nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan tugas harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ramah tamah turut dihadiri Sekretaris Daerah Machiavelli Herman Tarmizi dan sejumlah kepala OPD. Acara ditutup dengan foto bersama dan pemberian apresiasi kepada para pemuda yang telah menunaikan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada peringatan HUT ke-81 RI. (**)
Editor: Munizar
