Mimpi Merdeka

img
Muhammad Furqon

“PENGUMUMAN... pengumuman...!”

Suara dari pengeras suara mobil terdengar berkeliling kampung. Entah sudah berapa kali kendaraan itu melintas, menyampaikan woro-woro kepada warga.

“Kepada seluruh masyarakat, diminta hadir untuk menyaksikan hari bersejarah dalam peringatan kemerdekaan kita. Ajak keluarga, sanak famili, kasih tahu tetangga. Mari bersama-sama ke alun-alun kota, besok pukul sepuluh pagi.”

Suara itu lantang dan terus berulang. Seolah ada sesuatu yang benar-benar istimewa akan terjadi.

“Bapak, ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Jangan lewatkan momen bersejarah ini. Kita akan menjadi saksi peristiwa penting bagi negara kita. Ini momen yang kita nanti-nantikan bersama.”

Baca Juga:

Keesokan harinya, warga berduyun-duyun menuju alun-alun kota.

Tua muda, berjalan kaki maupun berkendara. Jalanan penuh manusia. Umbul-umbul memenuhi hampir seluruh sudut kota. Suasananya meriah. Sangat meriah.

Alun-alun telah ditata sedemikian rupa. Dua panggung besar berdiri berdampingan.

Di satu panggung, kursi-kursi berjajar rapi. Sejumlah orang penting duduk di sana. Wajah-wajah yang selama ini akrab muncul di televisi.

Namun, panggung di sebelahnya menghadirkan pemandangan berbeda. Ada sebuah tumpukan tinggi yang ditutup kain putih.

Di depannya, sejumlah orang berdiri dengan tangan terikat ke belakang. Wajah-wajah mereka tak asing bagi masyarakat. Mereka adalah orang-orang yang selama bertahun-tahun menghiasi pemberitaan: pejabat, politisi, komisaris, anggota parlemen, dan orang-orang yang dikenal hidup bergelimang kemewahan.

Yang membuat bulu kuduk berdiri, di atas mereka berderet tiang gantungan.

Warga terdiam.

Jarum jam tepat menunjuk pukul 10.00. Suasana mendadak hening.

Sesaat kemudian, tali-tali itu berkelebat. Jeratan melingkar di leher.

Alun-alun yang semula sunyi mendadak pecah oleh sorak-sorai.

Sebagian warga bertepuk tangan. Sebagian mengangkat tangan ke langit. Tak sedikit yang mengucap syukur.

Akhirnya.

Orang-orang yang selama ini mencuri uang rakyat mati di tiang gantungan.

Seorang lelaki kemudian naik ke podium utama.

Dengan suara lantang dan berwibawa, ia berkata:

“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Mulai detik ini, kota kita aman dari perampok uang rakyat. Semua koruptor dan komplotannya telah kita saksikan bersama. Mati di tiang gantungan. Balasan yang layak atas kerakusan mereka.”

Sorak-sorai kembali pecah.

Kemudian, tirai yang menutupi tumpukan di panggung sebelah perlahan dibuka.

Mata warga terbelalak.

Uang.

Emas.

Permata.

Harta benda yang selama ini disembunyikan di balik jabatan, perusahaan, proyek, dan kekuasaan, kini menumpuk di panggung alun-alun.

Lelaki di podium kembali berbicara.

“Semua harta hasil korupsi kita sita untuk rakyat. Mulai detik ini, sekolah gratis. Berobat gratis. Pajak-pajak yang memberatkan rakyat kita hapus. Pupuk untuk petani tersedia dan murah. Bahan bakar kita subsidi. Tidak boleh ada lagi rakyat yang kelaparan.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan:

“Gaji pejabat dipatok maksimal dua sampai lima kali UMR. Tidak ada lagi fasilitas khusus untuk pejabat. Tidak ada lagi kemewahan atas nama jabatan. Uang negara harus kembali untuk rakyat.”

Massa semakin riuh.

“Merdeka!”

“Merdeka!”

“Merdeka!”

Warga berpelukan. Ada yang menangis. Ada yang tertawa. Anak-anak berlarian membawa bendera merah putih.

Langit begitu cerah. Matahari bersinar terang, seolah ikut merayakan sebuah kemerdekaan yang sesungguhnya.

Tiba-tiba...

“Bresss!”

Air menyembur tepat ke wajah saya.

Saya terbangun.

Ternyata cucu saya sedang memainkan pistol air.

“Kakek bangun! Kakek bangun!”

Saya mengusap wajah. Memandang cucu yang tertawa puas.

Mimpi itu pun lenyap.

Saya menatap ke luar rumah.

Bendera merah putih berkibar.

Hari kemerdekaan telah tiba.

Saya tersenyum kecil.

Barangkali, kemerdekaan yang paling indah memang masih menjadi milik mimpi.

Dirgahayu Republik Indonesia.

17 Agustus 2026

Tabik.

Muhammad Furqon - Pemimpin Redaksi Harian Momentum - harianmomentum.com






Editor: Muhammad Furqon





Berita Terkait

Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos