Prabowo Minta Karhutla Lampung Segera Dipadamkan

img
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melaporkan kondisi terkini karhutla secara daring dalam rapat dengan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung -- Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lampung dipercepat. Hingga Senin (24/8/2026), sekitar 100,74 hektare lahan masih terbakar dan 79 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Lampung.

Permintaan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Sumatera dari Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Senin (24/8/2026).

Rapat yang membahas kondisi karhutla di Jambi dan Lampung tersebut diikuti Forkopimda Lampung secara daring dan disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam rapat itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melaporkan kondisi terkini karhutla, termasuk penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

Mirza menjelaskan, kebakaran pertama terjadi pada 22 Agustus 2026 di kawasan TNWK, tepatnya di Batanghari. Area rawa gambut seluas sekitar 673,4 hektare yang terdampak telah berhasil dipadamkan pada malam hari.

Menurut Mirza, kawasan TNWK memiliki luas sekitar 120.000 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 20.000 hektare merupakan kawasan yang ditumbuhi alang-alang sehingga rawan terbakar ketika cuaca panas.

Untuk menangani kebakaran, tim gabungan sebanyak 250 personel dikerahkan. Proses pemadaman terkendala jarak sumber air dengan lokasi kebakaran yang mencapai sekitar 1,5 kilometer.

Kebakaran kemudian kembali muncul di Desa Brajaharjosari, Kecamatan Brajaselebah, Lampung Timur. Mirza mengatakan kondisi api masih dapat dikendalikan oleh tim gabungan.

“Kami terus berusaha agar tidak muncul titik-titik api yang baru sehingga gajah dan masyarakat sekitar tidak terdampak,” kata Mirza.

Ia juga melaporkan keberadaan 11 kelompok gajah di kawasan tersebut. Menurutnya, kelompok gajah liar terdekat berada sekitar 27 kilometer dari titik api, sedangkan gajah jinak di pusat pelatihan berjarak sekitar 8 kilometer dari hotspot.

Dalam laporan tersebut, Mirza menyebut masih terdapat sekitar 100,74 hektare lahan yang terbakar.

Menanggapi laporan itu, Prabowo meminta area yang masih terbakar segera dipadamkan.

“Kalau bisa saya minta 100 hektare itu segera dipadamkan ya,” ujar Prabowo.

Presiden juga meminta dukungan pemadaman melalui udara diperkuat. Dua helikopter water bombing disiapkan, masing-masing dari Palembang dan Jawa Timur.

Namun, saat Prabowo menanyakan kecukupan dua helikopter tersebut, Mirza menyatakan dukungan itu belum cukup.

“Dengan dua heli water bombing, menurut Anda cukup atau tidak?” tanya Prabowo.

“Tidak cukup,” jawab Mirza.

Prabowo kemudian meminta penambahan dukungan helikopter, terutama untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Ia juga meminta Tim Alfa TNI dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla di kawasan TNWK.

“Tim Alfa bisa digerakkan ke TNWK. Saya minta titik apinya segera dipadamkan di situ,” tegas Prabowo.

Selain dukungan helikopter, Mirza menyampaikan kebutuhan peralatan pemadaman kepada pemerintah pusat, antara lain selang, tandon portabel, dan pompa air.

“Kami butuh selang dan tandon portable, pompa air juga perlu, 10 Pak Presiden,” kata Mirza.

Prabowo kemudian menyatakan akan menambah bantuan pompa air.

“Saya kirim 20 ya, saya titip Lampung ya, karena saya punya perhatian khusus,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla di Lampung dan Jambi, mulai dari Forkopimda hingga petugas di lapangan.

“Sampaikan terima kasih saya ke semua petugas di lapangan, semua di posko-posko, di pos-pos depan. Kita akan upayakan dukungan untuk semua yang berada di depan,” katanya.

Prabowo meminta seluruh jajaran terus menjaga wilayah masing-masing selama kondisi cuaca masih berpotensi memicu kebakaran.

“Jaga wilayahmu, jaga kampung halamanmu. Kita atasi ini. Memang cuaca tidak bersahabat sementara, tapi bisa kita atasi,” tandasnya.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos