Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandar Lampung Dilanda Hujan Abu Vulkanik

  • In Umum
  • 05 Sep 2026
  • Laporan Wawan
  • 162 Views
img
Ilustrasi debu vulkanik gunung anak Krakatau

MOMENTUM, Bandar Lampung--Kota Bandar Lampung dan sejumlah wilayah sekitarnya saat ini tengah diterjang hujan debu abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.

Erupsi menerus ini dilaporkan mulai terjadi sejak Jumat malam (4 September 2026) hingga Sabtu (5 September 2026), hembusan angin membawa sebaran abu vulkanik menjangkau berbagai titik pemukiman.

Berdasarkan laporan pantauan serta keluhan masyarakat, debu vulkanik dengan ketebalan bervariasi telah menyelimuti kendaraan, jalan raya, hingga teras rumah warga.

Warga Durianpayung Tanjungkarang Pusat, Arif mengatakan debu mulai turun setelah magrib. "Sebelum magrib tidak ada, atau mungkin tidak terlalu pekat, kalau sekarang pekat banget, keluar rumah tanpa kacamata pun jadi pedas di mata," kata dia, Sabtu, 5 September 2026.

Sejumlah wilayah di Bandar Lampung yang terdampak sebaran abu cukup pekat meliputi kawasan pesisir dan Teluk seperti Telukbetung Timur, Telukbetung Selatan, Panjang, dan Lempasing, serta wilayah pusat hingga pinggiran kota seperti Pahoman, Kedaton, Sukarame, Tanjung Senang, Kemiling, Rajabasa, Pramuka, hingga kawasan Itera/Jati Agung dan Natar.

Dampak abu vulkanik ini membuat banyak pengendara roda dua mengeluhkan mata perih, kelilipan, serta gangguan pernapasan saat beraktivitas di jalan raya.

Mengingat status Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga), masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah-langkah keselamatan berikut:

Wajib Memakai Masker: Menggunakan masker medis atau masker kain berlapis saat harus beraktivitas di luar rumah guna menghindari partikel abu masuk ke saluran pernapasan.

Gunakan Pelindung Mata: Mengenakan kacamata atau helm berpelindung kaca penuh saat berkendara untuk mencegah iritasi dan mata perih.

Minimalkan Aktivitas Luar Ruangan: Mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

Tutup Rapat Sumber Air & Makanan: Memastikan tempat penampungan air bersih dan makanan tertutup rapat agar terhindar dari kontaminasi abu.

Bersihkan Debu Secara Berkala: Menyiram atau mengepel lantai teras secara perlahan dan menghindari menyapu debu kering secara kasar agar partikel abu tidak kembali beterbangan.(**)






Editor: Agus Setyawan





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos