Firmansyah: Pancasila dan NKRI Harga Mati

img
Bakal calon Walikota Bandarlampung Firmansyah Y Alfian (paling kiri) saat turtu turun ke jalan menolak RUU HIP dari Masjid Alfurqon hingga Gedung DPRD Lampung. Foto: ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Bakal calon Walikota Bandarlampung Firmansyah Y Alfian menyatakan: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila “harga mati”.

“Jika ada pihak yang akan mengganti dasar negara Pancasila maka rakyat yang didukung para ulama akan membela sampai titik darah terakhir,” kata Firmansyah Y Alfian melalui siaran pers yang diterima harianmomentum.com, Selasa (30-6-2020).

Firmansyah menuturkan, saat ini hampir semua media massa mempublikasikan bahwa ada pihak-pihak yang akan menggantikan ideologi Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila.

Salah satunya soal pengajuan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Hal itu tentu saja menimbulkan reaksi keras dari sejumlah elemen masyarakat.

“Kami, ulama, dan rakyat Indonesia meminta Dewan dan pemerintah untuk tidak melakukan pembahasan RUU HIP. Semua warga negara harus mempertahankan NKRI dan Ideologi Pancasila,” kata Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya itu. 

Firmansyah yang juga ikut aksi turun ke jalan menolak RUU HIP dari Masjid Alfurqon hingga Gedung DPRD Lampung, bersama masyarakat dan ulama pada Jumat (26-6-2020) lalu, juga mengatakan bahwa munculnya RUU HIP menunjukkan adanya pihak dan partai politik yang ingin mengganti ideologi Negara.

“Kami dari Bandarlampung Cerdas-Berjamaah dan para ulama serta masyarakat Lampung juga akan mempertahankan Ideologi Negara Pancasila tetap utuh dan tidak ada perubahan sedikitpun,” kata Bang Firman—panggilan akrab Firmansyah Alfian.

Sehingga, lanjut Firmansyah, jika warga Bandarlampung memberikan amanah kepada dia dan Calon Wakil Walikota Bustomi Rosadi pihaknya akan lebih menekankan Pendidikan Moral Pancasila bagi siswa SD dan SMP.

“Pendidikan Moral Pancasila sangat penting sebagai dasar pemahaman tentang ideologi negara,” ujarnya.

Firmansyah juga merasa bersyukur maju Pilkada melalui jalur independen tanpa ada campur tangan partai politik yang saat ini banyak diragukan oleh masyarakat.

“Munculnya RUU HIP kan pasti dari partai politik. Kami hanya membuka pikiran masyarakat Bandarlampung, kalau ada calon dari independen yang merakyat dan didukung ulama, untuk apa pilih yang lain,” kata Firmansyah, diplomatis.(rls)

Editor: Agung Chandra Widi



Leave a Comment