Nasir: Saya Ingin Pesawaran Seperti Tanggamus

img
Bakal calon Bupati Pesawaran, M Nasir. Foto: ist

MOMENTUM, Bandarlampung--M Nasir rela melepas jabatannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran, demi maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Bukan tanpa alasan. Namun ada hal-hal yang melatar belakangi keinginan tersebut. Diantaranya, keinginannya untuk membuat Kabupaten Pesawaran lebih baik lagi. Juga untuk partai politik yang dipimpinnya, PDI Perjuangan.

“Coba bayangkan, kalau Pesawaran itu seperti Tanggamus. Bupatinya dari PDI Perjuangan, wakilnya pun dari PDI Perjuangan. Ketua DPRD nya juga dari PDI Perjuangan,” kata Nasir kepada harianmomentum.com, Rabu (1-7-2020).

Kalau kondisi di Pesawaran mendatang seperti itu, Nasir meyakini, situasi kepemimpinan di kabupaten setempat akan kondusif. Sebab semuanya punya fisi-misi yang sama.

Sehingga, dalam konteks pengambilan kebijakan dalam rangka pembangunan daerah pun akan lebih mudah.

“Kalau kami (PDI Perjuangan Pesawaran) hanya ingin kadernya maju sebagai wakil, lebih baik Pak Eriawan saja yang maju,” jelas Ketua PDI Perjuangan Pesawaran itu.

Eriawan adalah kader PDI Perjuangan yang kini duduk sebagai wakil bupati kabupaten setempat, mendampingi Dendi Ramadhona.

“Tapi kan kami telah sepakat, dengan Pak Eriawan juga, agar kader bisa menduduki posisi bupati, bukan wakil lagi,” sambung Nasir.

Sementara untuk ketua DPRD setempat, kata Nasir, meskipun dia mundur namun kursi ketua masih tetap dipegang kader PDI Perjuangan.

Karenanya, Nasir tetap optimistis DPP PDI Perjuangan akan mempertimbangkan langkah yang diambilnya tersebut dan menjatuhkan rekomendasi kepadanya.

“Saya yakin DPP merekomendasi kader. Kader yang maju sebagai bupati tentunya,” tegasnya.

Saat ditanya adakah langkah yang dipersiapkannya jika rekomendasi PDI Perjuangan meleset, Nasir belum mau mengatakan.

“Saya tidak mau berandai-andai. Kita sabar saja menunggu rekomendasi dari DPP,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa rekomendasi DPP PDI Perjuangan akan jatuh kepada Dendi Ramadhona, yang menggandeng kader PDI Perjuangan, Marzuki.

Menurut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Bidang Infokom, Yanwar Irawan, partai berlambang banteng tetap akan mengedepankan kader.

Soal siapa yang akan direkomendasi, apakah Nasir atau Marzuki, itu merupakan wewenang penuh DPP.

Namun Yanuar menyebut, ada beberapa aturan di DPP PDIP yang harus dipenuhi. Khususnya bagi kader yang menjabat Ketua DPRD, baik provinsi maupun kabupaten/kota, jika ingin maju Pilkada.

"DPP PDI Perjuangan menganggap Ketua DPRD selevel dengan kepala daerah. Harapan kita kalau dia sudah menjadi Ketua DPRD, artinya sudah megang satu,” katanya.

Maka, menurut legislator Lampung itu, dalam hal ini kader lain lah yang kemungkinan diprioritaskan maju ke eksekutif. “Harapan kedepannya, dua-duanya (eksekutif-legislatif) bisa berkontribusi dan saling bersinergi," ujar Yanuar.

Terlebih, saat ini DPP menganggap kinerja Nasir sangat baik dan kebijakan-kebijakan di DPRD Pesawaran dapat berjalan di bawah kepemimpinannya.

“Justru dari sinilah, kita mengutamakan kader. Sehingga Nasir dianggap DPP PDIP sudah cakap dan baik untuk jadi Ketua DPRD saja," jelas Yanuar.(**)

Laporan/Editor: Agung Chandra Widi






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos