Nanang Setujui Masterplan Agrowisata Wayhandak

img
Bupati Lamsel Nanang Ermanto bersama Ketua Tim Peneliti Unila, Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria.

MOMENTUM. Kalianda--Bupati Lampung Selatan (Lamsel) H. Nanang Ermanto, menyetujui masterplan Pengembangan Kawasan Agrowisata Wayhandak Kalianda dari Tim Peneliti Universitas Lampung (Unila).

Selain menjadi tempat wisata kuliner, pencanangan pembangunan agrowisata itu sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pertanian dan perikanan.

Hal itu terungkap pada acara Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Lamsel TA 2020 bersama Tim Penelitian Unila, Jumat (15-1-2021), di rumah dinas bupati Lamsel, Kalianda.

"Masterplan ini langsung kami tindak lanjuti, ya pak sekda ya, siap ya, saya ketuk palu ini ya ini pak sekda. Jadi seluruh jajaran sudah mengetahui ya ini," ujar Nanang saat memberikan keputusan.

Perubahan tata ruang ini, kata Nanang, merupakan hal yang positif dan patut di banggakan, dengan merubah lahan kosong menjadi lahan yang dapat di gunakan, terlebih untuk kegiatan edukasi.

Selain itu, dengan dibangunnya agrowisata yang langsung terhubung dengan akses jalan tol Kalianda, diharapkan dapat lebih mengenalkan keindahan Lamsel kepada para pengunjung yang melintasi taman agrowisata.

"Kita sudah tidak ada keraguan lagi, untuk Lampung Selatan merubah tata ruang, kami harap dapat segera terealisasi," ujarnya lagi.

Sementara, Ketua Tim Peneliti Unila, Wan Abbas Zakaria mengatakan Agrowisata Wayhandak, akan dibagi menjadi lima zona wisata.

"Perzona ada karcis sendiri pak bupati kami buatnya, ada full paket atau semi paket, mengambil zona A saja lalu pulang, A B bisa, seluruh bisa, menginap pun bisa," jelasnya.

Pertama yakni, Zona A (enterance), yang terdiri dari gerbang, icon Lampung Selatan, parkir, tiketing, dan plaza.

Selanjutnya, Zona B (Pertanian), terdiri dari penerimaan pengunjung, pos jaga, bangunan pengelola, kebun, tempat selfie, dan jalan setapak.

Lalu, Zona C (Taman Bunga), terdiri dari penerimaan pengunjung, gedung aula, taman bunga, menara pandang, dan bangunan pengelola.

Sedangkan, Zona D (Embung), terdiri dari kolam embung, jalan setapak, taman kecil, cottage, serta gazebo.

Sementara, Zona E (Perikanan), terdiri dari penerimaan pengunjung, pos jaga, kolam ikan, kolam renang, dan wisata air.

Selain itu, lanjut Wan Abbas, setiap zona wisata baik itu pertanian maupun perikan, terdapat petugas yang akan memberikan edukasi terkait budidaya tanaman maupun ikan.

"Nanti ada petugas yang akan memberikan edukasi kepada pengunjung," jelasnya lebih lanjut.

Agar keindahan wisata itu dapat berjalan dengan baik, kata Wan Abbas, memerlukan konsistensi dalam hal perawatan, terutama di bidang pertanian.

"Ini kuncinya pemeliharaan, jadi kalau gak ada pemeliharaan, hancur semua, karena tanaman kan bernyawa, hidup, karena itu nanti tata kelolanya tata kelola pertanian," ungkapnya. (*)

Laporan: Alpandi.

Editor: M Furqon.



Leave a Comment