MOMENTUM, Bandarlampung -- Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandarlampung selama libur Lebaran 2026 meningkat sekitar 30 persen dibandingkan hari normal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung, Adiansyah, mengatakan peningkatan kunjungan terjadi di berbagai destinasi wisata, meski rekapitulasi data secara keseluruhan masih berlangsung.
“Kalau dilihat dari rata-rata, kenaikan kunjungan destinasi wisata sekitar 30 persen. Tapi memang belum semua data masuk,” ujar Adiansyah, Sabtu (28/3/2026).
Selain destinasi wisata, sektor perhotelan juga mencatat kinerja tinggi dengan tingkat hunian mencapai 90 persen. Bahkan, sejumlah hotel dilaporkan penuh selama periode libur panjang.
Menurut Adiansyah, tingginya okupansi hotel menunjukkan peran Bandarlampung sebagai pusat akomodasi wisata. Banyak wisatawan memilih menginap di kota, sementara destinasi yang dikunjungi tersebar di wilayah sekitar seperti Pesawaran dan Lampung Selatan.
“Hotel memang tinggi karena wisatawan banyak menginap di kota, sementara destinasi wisata tersebar di beberapa wilayah,” jelasnya.
Lonjakan wisatawan juga berdampak pada sektor ekonomi lainnya. Sentra kuliner dan pusat oleh-oleh dipadati pengunjung, yang turut mendorong perputaran ekonomi lokal.
Di sisi destinasi, wisata buatan mencatat peningkatan signifikan. Salah satunya Navara yang mengalami lonjakan hingga 60 persen dengan jumlah pengunjung harian mencapai 5.000 hingga 6.000 orang. Sementara itu, Lembah Hijau tetap menjadi salah satu tujuan favorit wisata keluarga.
Tren wisata menunjukkan kecenderungan pada destinasi berbasis pengalaman visual, seperti kawasan perbukitan dengan panorama laut dan kota. Adapun wisata pantai lebih banyak tersebar di wilayah luar kota.
Meski masih berpotensi bertambah, peningkatan jumlah wisatawan diperkirakan tidak akan terlalu signifikan, seiring pola liburan masyarakat yang cenderung tidak berulang dalam waktu berdekatan.
Secara keseluruhan, lonjakan wisata Lebaran ini menunjukkan penguatan ekosistem pariwisata di Bandarlampung. Pemerintah kota diharapkan mampu menjaga momentum melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan infrastruktur, serta pemerataan distribusi wisata agar dampak ekonomi semakin luas. (**)
Editor: Muhammad Furqon
