MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sektor pariwisata setelah mencatat lonjakan kunjungan wisatawan sepanjang 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Lampung pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 24,7 juta orang. Angka tersebut diperkirakan meningkat hingga sekitar 27 juta kunjungan pada akhir tahun.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, mengatakan capaian tersebut menjadi momentum untuk membenahi sekaligus mengembangkan potensi wisata yang ada.
“Potensi wisata Lampung sangat besar, tapi harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik, baik dari sisi destinasi, SDM, maupun pemasaran,” ujarnya.
Dari sisi destinasi, Tony menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana serta menjaga kelestarian lingkungan.
Ia juga menyoroti aspek keselamatan dan aksesibilitas yang masih menjadi perhatian. Menurutnya, faktor keamanan dan kondisi infrastruktur menuju lokasi wisata turut memengaruhi minat kunjungan wisatawan.
“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas. Begitu juga dengan akses jalan menuju destinasi yang harus terus ditingkatkan,” katanya.
Di sektor sumber daya manusia, Pemprov Lampung terus mendorong peningkatan kapasitas pengelola wisata melalui pelatihan dan pendidikan, agar mampu mengelola potensi yang ada secara optimal.
“Potensi alam kita kuat, tapi SDM juga harus siap supaya pengelolaannya maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, strategi pemasaran akan diperkuat melalui pendekatan digital. Promosi wisata Lampung ke depan akan lebih masif di media sosial dengan melibatkan influencer dan brand ambassador.
Tak hanya itu, pengembangan desa wisata juga menjadi fokus utama. Konsep yang diusung tidak sekadar menghadirkan destinasi, tetapi juga pengalaman menyeluruh bagi wisatawan.
“Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat, tapi juga merasakan kehidupan desa, mulai dari budaya, kuliner, hingga kebersihannya,” jelas Tony.
Saat ini, terdapat 133 desa di Lampung yang telah terdaftar dalam Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Namun, pemerintah akan melakukan verifikasi untuk menentukan desa yang benar-benar siap dikembangkan, termasuk menilai peran aktif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Ke depan, Pemprov juga berencana mengintegrasikan konsep desa wisata, desa budaya, dan program desaku maju agar tercipta destinasi yang lebih komprehensif.
“Kalau semua potensi bisa dikolaborasikan, maka akan terbentuk desa wisata yang kuat dan berdaya saing,” ujarnya.
Selain itu, aspek keselamatan wisata, khususnya wisata tirta, juga menjadi perhatian serius, termasuk melalui penguatan peran Balawista di kawasan sungai, air terjun, hingga laut. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
