Luas Panen Padi di Lampung, Lima Persen Nasional

img
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

MOMENTUM, Jatiagung--Provinsi Lampung memiliki peran besar dalam penyediaan pangan nasional. Pada 2020, luas panen padi di Lampung mencapai 79.958 hektare atau lima persen dari total luas panen padi di Indonesia.

"Luas panen padi tersebut meningkat sekitar 17,2 persen dari tahun sebelumnya," kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam Rapat Koordinasi Sektor Pertanian dan Perikanan Provinsi Lampung Tahun 2021 di PKK Agropark Sabahbalau, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, Senin (18-1-2021). 

Dalam rapat yang dihadiri kepala dinas lingkup pertanian dan perikanan dan stake holder terkait se-Provinsi Lampung, Arinal menyebutkan produksi padi di daerah ini meningkat dari 2,16 juta ton menjadi 2,59 juta ton pada tahun 2020.

Peningkatan produksi komodistas pertanian yang juga meningkat pada 2020, kata Arinal juga terjadi terhadap komoditas jagung. Dari 2,37 juta ton pada 2019 menjadi 2,47 juta ton pada Oktober 2020. "Diperkirakan hingga akhir tahun mencapai 2,57 juta ton jagung. Secara nasional berkonstribusi sebesar 9,2 persen," katanya.

Arinal juga menyebutkan produksi singkong di Lampung juga meningkat. Dari 4,92 juta ton menjadi 5,07 juta ton pada Oktober 2020 atau berkonstribusi 30,14 persen secara nasional.

Begitu juga kopi dan lada yang menjadi komoditas unggulan Provinsi Lampung. Produksi pada 2020 mencapai 118,145 ribu ton kopi dan 15,23 ribu ton lada.

Selanjutnya, Arinal menyebutkan produksi perikanan pada masa pandemi Covid-19, secara kuantitatif belum mengalami peningkatan yang signifikan. Namun dari sisi ekspor mengalami kenaikan dari Rp2 triliun pada 2019 menjadi Rp2,3 triliun pada tahun 2020.

Karena itu, Gubernur meminta untuk meningkatkan budidaya ikan endemik lokal Provinsi Lampung. Begitu juga dengan Program Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional, Lampung Tengah sebagai Pusat Kawasan Pembenihan, dan Program Lampung sebagai Lumbung Ternak Nasional

Untuk itu, Arinal berharap agar Program Kartu Petani Berjaya dapat dijalankan. Selain untuk kesejahteraan petani, juga guna menyukseskan pengembangan pertanian nasional.

"Program Kartu Petani Berjaya itu sakti. Saya jamin dengan KPB kita bisa mensejahterakan petani. Karena itu, harus betul-betul mengerti permasalahannya,  bagaimana benihnya, bagaimana pupuknya, apakah benar-benar tersedia, apakah teknologinya sudah diterapkan betul-betul, selama kita punya nafas, kita akan terus berjuang," tegas Arinal.

Gubernur menegaskan untuk melakukan pengelolaan pangan dan pertanian secara serius dan detail, melalui penerapan teknologi dan peningkatan target pertanian dan sinergitas dengan program pemerintah pusat.

"Tahun 2020 Indonesia mengalami darurat kesehatan Covid-19. Namun ditengah pandemi, beberapa hasil kerja Provinsi Lampung masih berjalan dengan baik. Hal itu ditandai dengan pertumbuhan angka ekonomi Lampung masih lebih baik jika dibandingkan capaian nasional," tutur Gubernur.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Kusnardi mengatakan rapat koordinasi bertujuan melakukan evaluasi program pertanian tahun 2020, dan merumuskan program pertanian tahun 2021.

Kegiatan dilanjutkan diskusi panel yang dipandu oleh Kepala Bappeda Lampung Mulyadi Irsan, dengan pemateri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Lampung Kusnardi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, Kepala Dinas Perkebunan Achmad Chrisna Putra, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kabid Perikanan Tangkap Sutaryono. (*)

Editor: M Furqon/Rls.



Leave a Comment