Pemkot Beri Pendampingan Mantan Anggota Khilafatul Muslimin

img
Jajaran Forkopimda Kota Metro memberikan pendampingan ikrar bersama ex Khilafatul Muslimin yang berikrar setia kepada NKRI.

MOMENTUM, Metro--Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan memberikan pendampingan terhadap mantan anggota Khilafatul Muslimin yang ada di Metro.

Walikota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, pendampingan sebagai meningkatkan wawasan dan aktualisasi bela negara tentu menjadikan warga semakin cinta NKRI.

"Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan ikrar bersama ex Khilafatul Muslimin yang berikrar setia kepada NKRI. Tadi langsung se-provinsi yang dipimpin pak Gubernur Lampung," kata dia, Senin (15-8-2022).

Dia menambahkan, dengan ini pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap mantan anggota Khilafatul Muslimin. Selain itu, Wahdi juga meminta untuk bisa membaur dengan masyarakat pada umumnya.

"Kita bersama dengan Kesbangpol dan Forkopimda untuk terus bersama-sama mengajak mereka untuk mencintai NKRI. Dalam kegiatan seperti perlombaan 17 Agustus mereka harus bisa mengikuti. Kita ajak untuk merayakan 17 Agustus. Kemudian kegiatan sosial lainnya juga perlu ditingkatkan dan bersifat untuk membaur dengan masyarakat," tambahnya.

Wahdi menyebut, pada prinsipnya pengajian itu sangat bagus, selagi pada kerangka NKRI dan wawasan kebangsaan. Jadi tidak ada lagi pandangan hidup di negara ini kecuali kepada Pancasila.

"Kita pastikan mantan anggota Khilafatul Muslimin di Metro sudah berikrar dan mau membaur dengan masyarakat," ungkapnya.

Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pantauan dari kepolisian mulai dari pencak silat dan pengajian tentu telah menjadi rutinitas. Dengan begitu pihaknya tetap memberikan pendampingan dan edukasi secara prefentif.

"Intinya seperti ini, mereka tetap saudara kita. Penekanan saya kita harus tetap mencintai negara kita, persaudaraan kita dan meningkatkan kecintaan. Semua itu saja, semangat merayakan hari kemerdekaan dan meningkatkan rasa kebangsaan rasa nasionalisme kita. Insyaallah mudah-mudahan tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan lagi ucapnya.(**)


Editor: Muhammad Furqon


Leave a Comment