Holding Perkebunan Nusantara Awasi Distribusi Gula Rafinasi

img
Suasana rapat koordinasi bersama dengan para pemangku kepentingan yang dipimpin oleh Plt Direktur Jenderal Perkebunan RI di Representative Office PT SGN. Foto: Ist.

MOMENTUM, Surabaya -- Holding perkebunan nusantara perkuat sinergi dengan pemangku kepentingan, awasi distribusi gula rafinasi dan dorong akselerasi bongkar ratoon tebu 2025

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), subholding gula dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), bersama Direktorat Jenderal Perkebunan RI dan aparat penegak hukum, menggelar rapat koordinasi strategis di Representative Office SGN Surabaya. 

Forum ini membahas tiga agenda utama, yaitu penyerapan gula petani, pengawasan peredaran Gula Kristal Rafinasi (GKR) di pasar konsumsi, serta percepatan program pengembangan kawasan tebu tahun 2025.

Acara dihadiri oleh Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Abdul Roni Angkat, Direktur Aset Holding Perkebunan Nusantara Agung Setya Imam Effendi, Direktur Produksi Holding Perkebunan Nusantara Rizal H. Damanik, Direktur Utama PT SGN Mahmudi, serta perwakilan aparat penegak hukum yaitu Koordinator Intelijen Kejati Jatim Andrianto Budi Santoso, dan Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Jawa Timur AKBP Lintar Mahardhono.

Dalam keterangannya, Abdul Roni menegaskan pentingnya penertiban distribusi GKR yang tidak sesuai peruntukan. “Kami ingin melakukan penegakan hukum dalam arti nyata. Jangan sampai gula yang tidak untuk konsumsi rumah tangga beredar di pasar, karena hal itu menghambat serapan gula petani,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program bongkar ratoon 100 ribu hektar akan menjadi fondasi swasembada gula konsumsi pada tahun 2027, yang akan dilanjutkan dengan swasembada gula industri pada tahun 2029.

Sementara itu, Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung langkah pemerintah. “Alhamdulillah, kemarin melalui SGN dan ID Food sudah mulai cair. InsyaAllah hari ini akan ada penyerapan baik gula SGN maupun gula RNI. Sementara sekitar 84 ribu ton di Jawa Timur segera kita dorong penyerapannya,” jelasnya.

Mahmudi juga menegaskan kesiapan SGN dalam mendukung program Kementerian Pertanian. “Dengan target nasional 100 ribu hektar, PT SGN mendapatkan tugas lebih dari 45.000 hektar. Kami akan laksanakan secara bertahap, dimulai dari serapan gula petani hingga pengembangan kawasan tebu. SGN bersama Holding Perkebunan Nusantara siap menjalankan program strategis ini demi terwujudnya swasembada gula nasional,” pungkasnya.

Langkah kolaboratif ini memperlihatkan keseriusan pemerintah, BUMN, petani, dan pedagang untuk membangun tata kelola industri gula yang sehat. Dengan pengawasan distribusi yang lebih ketat, dukungan penuh bagi petani, serta percepatan pengembangan tebu, Indonesia menapaki jalan menuju kemandirian gula yang berkelanjutan.

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang dikenal dengan Sugar Co merupakan perusahan sub-Holding Gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang usaha agro industri komoditas gula.  Perusahaan didirikan pada tanggal 17 Agustus 2021 berdasarkan  hukum pendirian merujuk pada Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021 tanggal 26 Juli 2021. Pendirian perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara dalam rangka restrukturisasi bisnis gula PTPN Grup, adalah merupakan merupakan salah satu dari 88 Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah guna mendukung pencapaian swasembada gula nasional.

Perusahaan mengkonsolidasi 36 Pabrik Gula Perkebunan Nusantara yang tersebar dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Saat ini Perusahaan melakukan upaya-upaya restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas Perusahaan. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos