KONI Lampung Utara Desak Percepatan Technical Handbook Porprov

img

MOMENTUM, Kotabumi -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Utara mendesak percepatan penerbitan Technical Handbook (TH) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung sebagai acuan teknis dalam persiapan atlet.

Desakan itu disampaikan saat Tim II KONI Provinsi Lampung melakukan kunjungan ke Lampung Utara untuk melakukan verifikasi berkas cabang olahraga. Namun, tim tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga menerima aspirasi daerah terkait persiapan Porprov.

Perwakilan Bidang Pembinaan Prestasi KONI Lampung, Imam Safei, mengatakan kepastian regulasi teknis sangat penting agar daerah dapat menyusun program pembinaan secara terukur.

Menurut Safei, mereka membutuhkan kepastian aturan sejak awal. Jangan sampai regulasi baru diterbitkan mendekati pelaksanaan, karena akan berdampak pada program pembinaan yang sudah disusun.

Keterlambatan penerbitan Technical Handbook dapat menghambat pelatih dalam menyusun periodisasi latihan dan strategi seleksi atlet secara tepat.

Selain itu, KONI Lampung Utara juga menyoroti banyaknya nomor pertandingan yang dipertandingkan dalam Porprov, yang dinilai perlu disesuaikan dengan kemampuan dan potensi daerah.

Koordinator Tim II Verifikasi, Nazwar Basyuni, mengatakan jumlah nomor pertandingan yang terlalu banyak dapat berdampak pada pembengkakan anggaran yang justru membebani KONI kabupaten/kota.

“Banyaknya nomor pertandingan tanpa seleksi yang tepat dapat membebani daerah, baik dari sisi anggaran, logistik, maupun fokus pembinaan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, KONI Lampung Utara juga mengusulkan pemangkasan nomor cabor nonunggulan demi menjaga marwah kompetisi yang kompetitif, bukan sekadar ramai peserta. 

Dalam diskusi tersebut, Lampura juga turut menitipkan sejumlah nama atlet potensial yang butuh atensi khusus provinsi. Salah satunya, Gading Mukti Wibowo, atlet Mixed Martial Arts (MMA), yang dinilai berpeluang bersaing di tingkat nasional.

KONI Lampung Utara berharap dukungan provinsi melalui program pembinaan terpadu dan kesempatan mengikuti kompetisi berjenjang, sehingga atlet berpotensi dapat berkembang secara optimal.

"Jangan sampai pembinaan putus di kabupaten. Aset seperti ini harus dikawal agar bisa berbicara banyak di level nasional," katanya. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos