MOMENTUM, Jakarta --Gema takbir Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya membawa nuansa spiritual di rumah-rumah ibadah, tetapi juga mengalirkan kehangatan sosial hingga ke pelosok perkebunan di seluruh Nusantara.
Melalui penyembelihan dan penyaluran 304 ekor hewan kurban pada Rabu (27/5/2026), PT Perkebunan Nusantara I (Persero) berhasil merajut kembali kedekatan emosional dengan masyarakat yang selama ini berdampingan langsung dengan roda bisnis perkebunan negara. Langkah kolaboratif yang melibatkan perangkat desa, tokoh adat, hingga pengelola yayasan sosial ini menuai apresiasi luas sebagai wujud nyata kehadiran negara yang inklusif di tengah masyarakat.
Sebagai ungkapan terima kasih, ketulusan rasa sukacita, dan untaian doa, masyarakat penerima manfaat dari berbagai wilayah kerja di Sumatera, Jawa, hingga kepulauan Maluku secara khusus mengirimkan pesan video singkat kepada pihak PTPN I, Jumat (29/5/2026). Melalui rekaman-rekaman sederhana nan menyentuh tersebut, tergambar jelas bagaimana kehadiran korporasi mampu melahirkan senyum di wajah warga pasca-pemotongan hewan kurban.
Dari gerbang barat Indonesia, tepatnya di wilayah PTPN I Regional 1 Sumatera Utara, sukacita itu dirasakan langsung oleh warga Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Kepala Dusun 12, Sigit Prabowo Putra Arbi, dengan penuh semangat menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang konsisten diberikan oleh korporasi kepada warganya. Menurutnya, pembagian daging kurban ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan berkah nyata yang mempererat tali silaturahmi. Sigit mendoakan agar keikhlasan para karyawan yang berkurban dibalas dengan keberkahan yang melimpah, sekaligus membawa PTPN I Regional 1 semakin jaya dan terus menjadi juara di industri perkebunan nasional.
Kehangatan Iduladha yang serupa juga mengetuk pintu-pintu panti asuhan di wilayah Jawa Timur melalui pergerakan PTPN I Regional 5 Surabaya. Di Kota Pahlawan tersebut, penyaluran daging kurban menyasar anak-anak yatim piatu dan kalangan dhuafa yang membutuhkan sentuhan kepedulian. Ketua Yayasan Amanah Panti Asuhan Yatim Piatu Kota Surabaya mengungkapkan rasa harunya karena bantuan ini berhasil menghadirkan kebahagiaan psikologis bagi anak-anak asuhnya, membuat mereka merasakan atmosfer perayaan hari raya yang sama indahnya dengan anak-anak lain.
Apresiasi senada mengalir dari pengurus Muhammadiyah Children Center Medokan Ayu, yang menilai konsistensi kehadiran PTPN I sebagai suntikan moral dan energi besar bagi para pengasuh untuk terus mendidik generasi penerus bangsa. Sementara itu, Risa Husmia selaku perwakilan dari Yayasan Yatim Piatu Kun Fayakun, yang menerima 50 kantong daging kurban beserta santunan sedekah, menegaskan bahwa paket bantuan tersebut adalah manifestasi konkret bahwa anak-anak yatim di wilayahnya tidak berjalan sendirian. Bagi Risa, kepedulian yang ditunjukkan oleh perusahaan pelat merah ini menjadi bukti bahwa ikatan sosial antara korporasi dan masyarakat telah mengakar dengan sangat tulus.
Bergeser ke Bumi Ruwa Jurai, penghormatan terhadap kearifan lokal ditunjukkan oleh PTPN I Regional 7 Lampung melalui penyerahan bantuan hewan kurban berupa sapi kepada lembaga adat setempat. Perwakilan tokoh adat yang menyandang Gelar Pemuka Agung, Bustami SP, menyampaikan bahwa kontribusi PTPN I telah melampaui batas hubungan bisnis transaksional. Menurut Bustami, langkah merangkul masyarakat adat dalam momentum keagamaan ini merupakan bentuk pemuliaan terhadap eksistensi warga asli yang hidup berdampingan dengan wilayah operasional perkebunan. Hubungan yang harmonis ini dinilai menjadi fondasi penting bagi terciptanya kedamaian dan kemajuan bersama di lingkungan sekitar perusahaan.
Sukacita Iduladha kian lengkap ketika menyentuh beranda timur Nusantara, tepatnya di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, yang masuk dalam wilayah kerja PTPN I Regional 8. Salah seorang perwakilan warga setempat, Abdul Majid, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas tibanya bantuan hewan kurban di wilayah mereka. Ia menuturkan bahwa kehadiran PTPN I (Persero) di tengah masyarakat pesisir dan kepulauan dirasakan sangat nyata, terutama pada hari-hari besar keagamaan seperti ini. Menurut Abdul Majid, perhatian ini membangkitkan rasa kekeluargaan yang kuat antara masyarakat Maluku Tengah dengan insan perkebunan negara, sekaligus menjadi berkah yang mendatangkan kegembiraan bagi banyak keluarga di Desa Liang.
Mendengar langsung rentetan apresiasi, kebahagiaan, serta kiriman video doa dari para stakeholder di berbagai daerah, Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, mengaku sangat terharu sekaligus bangga. Menurut Teddy, respons hangat dari masyarakat, tokoh adat, hingga pengasuh panti asuhan adalah sebuah validasi yang sangat mahal bagi korporasi. Ikatan emosional ini membuktikan bahwa PTPN I tidak hanya hadir sebagai entitas bisnis, melainkan bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan warga penyangga.
Ungkapan tulus dan doa dari pelosok Sumatera hingga Maluku tersebut, kata Teddy, menjadi bahan bakar moril dan energi positif penopang keberlanjutan bisnis perusahaan. PTPN I berkomitmen untuk terus merawat harmoni ini, memastikan bahwa setiap pertumbuhan yang dicapai korporasi akan selalu membawa dampak kesejahteraan yang mengalir nyata hingga ke garis depan perkebunan Indonesia. (*)
Editor: Muhammad Furqon
