Dorong Budaya Baca, 51 Siswa SD/MI di Pringsewu Ikuti Lomba Bertutur

img
Sebanyak 51 siswa SD/MI dari berbagai sekolah di Kabupaten Pringsewu mengikuti lomba bertutur dalam rangka HUT ke-17 Kabupaten Pringsewu. Foto: Ist.

MOMENTUM, Pringsewu -- Sebanyak 51 siswa SD/MI dari berbagai sekolah di Kabupaten Pringsewu mengikuti lomba bertutur dalam rangka HUT ke-17 Kabupaten Pringsewu. 

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pringsewu, berlangsung dua hari, 21-22 April 2026 di halaman kantor dinas setempat. Para peserta menampilkan cerita bertema kepahlawanan dan legenda rakyat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pringsewu, Nuriyanto, mengatakan lomba bertutur tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap membaca dan bercerita sejak dini.

“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya membangun generasi yang cakap literasi,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan SD dan MI melalui aktivitas membaca dan bertutur yang menyenangkan, sekaligus menggali potensi siswa dalam memahami isi bacaan, mengolah gagasan, dan menyampaikannya secara lisan dengan percaya diri.

“Selain itu, kegiatan ini mengenalkan kekayaan cerita nusantara dan budaya lokal sebagai media pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan,” kata Nuriyanto.

Ia menambahkan, lomba ini turut meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, mulai dari menyimak, membaca, memahami, hingga menceritakan kembali secara runtut dan ekspresif.

Kegiatan tersebut juga dinilai mampu mengasah daya imajinasi serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam menangkap pesan moral dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

“Sekaligus membangun rasa percaya diri dan memperkuat karakter seperti kejujuran, kerja keras, dan toleransi, serta menjaring bibit unggul di bidang literasi untuk dibina ke jenjang lebih tinggi,” ujarnya.

Panitia menyediakan hadiah berupa piagam, piala, dan dana pembinaan bagi para pemenang.

Sementara itu, Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, berharap kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini.

“Anak-anak Pringsewu harus berani tampil, cerdas menyampaikan gagasan, serta memahami nilai-nilai positif dari setiap cerita,” katanya.

Ia juga mengimbau orang tua untuk mendampingi anak dalam membaca, memahami, dan menceritakan kembali isi bacaan dengan bahasa sendiri.

“Melalui cerita kepahlawanan, legenda rakyat, dan kisah inspiratif, anak-anak dapat belajar tentang kejujuran, kerja keras, toleransi, dan cinta tanah air,” ujarnya.

Bupati berharap ajang tersebut mampu melahirkan duta literasi yang berprestasi hingga tingkat provinsi dan nasional.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Pringsewu, Rahayu Sri Astutik Pamungkas, mengaku senang melihat antusiasme para peserta.

“Bertutur bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana merawat cerita, menjaga nilai, dan melatih keberanian,” ujarnya.

Ia mengajak guru dan orang tua untuk terus mendampingi anak dalam membangun budaya literasi.

“Mari jadikan rumah dan sekolah sebagai tempat yang nyaman untuk menumbuhkan budaya literasi,” pungkasnya. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos