MOMENTUM, Bandarlampung -- Marzuki menapaki karier panjang di Universitas Muhammadiyah (UM) Lampung sebelum akhirnya dipercaya memimpin kampus tersebut sebagai rektor periode 2026–2030. Perjalanannya dimulai dari posisi staf administrasi keuangan hingga menduduki jabatan strategis di lingkungan kampus.
Lahir di Desa Banjaragung, Kecamatan Cukuhbalak, Lampung Selatan—kini masuk wilayah Kabupaten Tanggamus—pada 20 Maret 1965. Marzuki merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara pasangan Hasan Bakri dan Saminah.
Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Banjaragung, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 3 Tanjungkarang dan SMA Negeri 3 Tanjungkarang. Pendidikan tinggi diraihnya di Universitas Lampung pada jurusan manajemen. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Bandar Lampung dan meraih gelar doktor di UIN Raden Intan Lampung pada 2022.
Baca Juga: Marzuki Dilantik sebagai Rektor UM Lampung Periode 2026-2030, Gantikan Mardiana
Karier Marzuki di UM Lampung dimulai pada 1991 sebagai staf administrasi keuangan. Ia kemudian dipercaya menjabat Kepala Bagian Keuangan selama lebih dari satu dekade. Selain itu, ia juga pernah menduduki posisi Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan serta Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian.
Pengalaman manajerialnya semakin lengkap saat dipercaya memimpin Lembaga Sertifikasi Profesi dan Pengembangan pada 2022–2023. Di bidang akademik, Marzuki telah mengabdi sebagai dosen tetap sejak 1993 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebelum menjadi rektor, ia menjabat Dekan FISIP periode 2023–2027.
Di luar kampus, Marzuki juga memiliki pengalaman di dunia usaha sebagai Direktur CV Karya Bakti sejak 2002, serta pernah bekerja di CV Kartika Offset. Ia aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II B Lampung dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) wilayah Lampung.
Dalam kehidupan pribadi, Marzuki menikah dengan Asriy Yantie dan dikaruniai tiga anak.
Perpaduan pengalaman administratif, akademik, dan organisasi tersebut menjadi modal bagi Marzuki dalam memimpin UM Lampung ke depan, dengan tantangan penguatan tata kelola dan peningkatan daya saing perguruan tinggi. (**)
Editor: Muhammad Furqon
