MOMENTUM, Natar -- Semangat menuntut ilmu ditunjukkan ratusan anggota Muslimat NU Kecamatan Natar yang mengikuti pengajian rutin bulanan di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (31/5/2026).
Meski cuaca cukup terik, para jamaah tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi wadah pembinaan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Pengajian bulanan tersebut dihadiri Pengurus Wilayah Muslimat NU Lampung Afta Widia Nita, Sekretaris Muslimat NU Kota Bandarlampung Fenty Anggraini, pengurus Muslimat NU Kabupaten Lampung Selatan, Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Natar Mulati, unsur Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Natar, para ulama, tokoh masyarakat, serta jamaah Muslimat NU dari berbagai desa.
Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Natar, Mulati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana konsolidasi organisasi sekaligus penguatan spiritual keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
"Melalui pengajian ini, kami ingin terus memperkuat komitmen jamaah untuk belajar, menjaga persatuan, dan meningkatkan peran Muslimat NU di tengah masyarakat," ujarnya.

Tausiyah agama disampaikan oleh Komarunizar, pimpinan Baznas Provinsi Lampung. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk terus menjaga amaliah yang dicintai Allah SWT, seperti melaksanakan salat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, serta memperkuat kepedulian sosial.
Menurut Komarunizar, jihad tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan fisik, tetapi juga perjuangan melawan hawa nafsu, mengendalikan amarah, dan membentuk pribadi yang lebih baik.
Selain itu, ia menekankan pentingnya jihad melalui harta dengan memperbanyak sedekah, infak, zakat, dan wakaf untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Rezeki yang kita miliki tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga harus memberi manfaat bagi orang lain. Dengan begitu, kehidupan akan menjadi lebih bermakna dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman.
"Kita harus hadir sebagai penyejuk dan pemersatu umat, bukan menjadi bagian dari perpecahan," tegasnya.
Salah seorang peserta mengaku kegiatan pengajian rutin tersebut memberikan manfaat besar bagi jamaah.
"Ngaji bersama seperti ini membuat hati lebih tenang dan ukhuwah semakin kuat. Ilmu dan bimbingan ulama menjadi perekat di tengah berbagai perbedaan," ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Komarunizar, memohon keselamatan, keberkahan, dan persatuan bagi umat Islam. (*)
Editor: Muhammad Furqon
