Komisaris PTPN I Dorong Penguatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Pekerja

img

MOMENTUM, Banyuasin -- Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I, Anita Ariyani, menginstruksikan seluruh jajaran manajemen di tingkat regional hingga unit tapak untuk terus memperketat integrasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan mitigasi risiko operasional demi menjaga keberlanjutan tren positif korporasi.

Penegasan tersebut menjadi salah satu poin evaluasi strategis Dewan Komisaris menyusul rangkaian kunjungan kerja spesifik ke PTPN I Regional 7 Kebun Tebenan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan bersama Komisaris Independen Sutan Adil Hendra dan Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar tersebut, Dewan Komisaris memfokuskan pengawasan pada akselerasi transformasi bisnis dan penguatan lini produksi.

Berdasarkan laporan kinerja operasional teranyar hingga Mei 2026, produksi karet Kebun Tebenan mencatatkan performa impresif dengan sukses menembus angka 749.713 kilogram. Realisasi tersebut meroket hingga 127,5 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 yang dipatok sebesar 592.646 kilogram, atau tumbuh progresif 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 504.865 kilogram.

Merespons capaian melampaui target tersebut, Anita Ariyani yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Wanita Tani HKTI, menggarisbawahi pentingnya aspek penguatan organisasi yang berkeadilan, khususnya pemenuhan hak pekerja di garda terdepan.

“Keberhasilan transformasi dan pencapaian target RKAP yang melesat ini tidak boleh dilepaskan dari keringat para penyadap dan pekerja lapangan. Kerja keras mereka adalah penggerak utama roda korporasi. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak-hak dan kesejahteraan pekerja secara proporsional. Ini komitmen kita bersama dalam menjaga aset negara,” ujar Anita dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6).

Di sisi lain, Komisaris Independen PTPN I Sutan Adil Hendra memberikan catatan kritis agar manajemen regional tidak terlena dengan capaian angka kuartalan. Ia menekankan bahwa fungsi pengawasan Dewan Komisaris akan terus memastikan kepatuhan regulasi berjalan di seluruh lini.

“Apresiasi tinggi untuk Kebun Tebenan, namun tantangan sesungguhnya adalah konsistensi. Manajemen harus memperkuat kepatuhan, membangun budaya kerja berbasis solusi, serta menerapkan risk management yang terukur demi memitigasi dampak fluktuasi harga komoditas global,” tegas Sutan Adil.

Guna mengamankan keberlanjutan performa positif ini, Direktur Operasional PTPN I Fauzi Omar menjabarkan bahwa langkah taktis ke depan akan ditopang oleh program peningkatan kemandirian pasokan bahan baku dari kebun sendiri (own crop).

Dewan Komisaris dan Direksi menyepakati bahwa langkah integratif tersebut sangat krusial untuk menekan biaya pokok produksi, memaksimalkan kapasitas olah pabrik, serta menjamin kontinuitas pasokan guna mendukung program hilirisasi perkebunan nasional yang sedang dipacu oleh induk holding. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos