Banyak Pengguna Dex Beralih ke Solar, Antrean Kendaraan Kembali Terjadi di Lampung

img

MOMENTUM, Bandarlampung-- Antrean kendaraan di sejumlah SPBU untuk mendapatkan BBM subsidi jenis Bio Solar kembali terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung bersama PT Pertamina Patra Niaga turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus mengidentifikasi penyebab antrean.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian serius terhadap fenomena tersebut. Karena itu, pihaknya bersama Pertamina melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU.

"Atas arahan Bapak Gubernur, kami bersama Pertamina Patra Niaga turun langsung melihat kondisi di lapangan, mengecek kesiapan distribusi, mengetahui penyebab antrean, serta memastikan langkah antisipasi yang sudah dilakukan," kata Budhi, Kamis (18-6-2026).

Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM subsidi di Lampung masih tersedia. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menggunakan BBM subsidi secara bijak sesuai peruntukannya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Lampung II PT Pertamina Patra Niaga, Reiner Bontang, menjelaskan antrean Bio Solar dipengaruhi oleh semakin lebarnya selisih harga antara BBM subsidi dengan BBM nonsubsidi seperti Dexlite maupun Dex.

"Memang ada disparitas harga yang cukup lebar antara Bio Solar dengan Dex maupun Dexlite. Ada kemungkinan sebagian konsumen beralih menggunakan Bio Solar," kata Reiner.

Mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, Pertamina telah menambah pasokan Bio Solar ke seluruh SPBU di Provinsi Lampung.
Ia mengungkapkan, sejak Mei hingga Juni 2026, rata-rata penyaluran Bio Solar mencapai sekitar 2.400 kiloliter perhari, meningkat 16 persen dibandingkan rata-rata kuota harian Provinsi Lampung yang berada di angka 2.150 kiloliter per hari berdasarkan alokasi tahunan sebesar 784.574 kiloliter dari BPH Migas.

"Kalau dibandingkan Januari hingga April, penyaluran harian masih berkisar 2.100 sampai 2.200 kiloliter. Sekarang kami sudah menambah suplai sekitar 200 hingga 300 kiloliter per hari untuk mengantisipasi kenaikan permintaan," jelasnya.

Meski demikian, Reiner mengingatkan bahwa kuota Bio Solar merupakan BBM bersubsidi yang jumlahnya telah ditetapkan pemerintah, sehingga masyarakat diharapkan menggunakannya secara bijak dan sesuai dengan ketentuan.

Selain Bio Solar, Pertamina juga mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM subsidi jenis Pertalite setelah terjadi penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

"Untuk Pertalite, dibandingkan sebelum penyesuaian harga, sampai 10 Juni terjadi kenaikan konsumsi sekitar 10 persen. Karena itu kami juga sudah menambah penyaluran sekitar 100 sampai 200 kiloliter per hari agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan BBM, Reiner memastikan stok Bio Solar maupun Pertalite di Provinsi Lampung dalam kondisi aman

"Stok kami pastikan aman, baik untuk Bio Solar maupun Pertalite. Penyaluran juga berjalan lancar dan saat ini tidak ada pembatasan pembelian," tegasnya.

Ia menambahkan, untuk penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamina akan tetap mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia.

Sementara alokasi Bio Solar di setiap SPBU juga telah ditetapkan oleh BPH Migas berdasarkan kebutuhan dan histori konsumsi masing-masing SPBU, sehingga distribusi dinilai masih berjalan sesuai ketentuan. (**)









Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos