MOMENTUM, Bandarlampung -- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berkomitmen memfasilitasi pengembangan pelatihan bahasa Jerman sebagai bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja terampil asal Lampung untuk menembus pasar kerja internasional, khususnya di Jerman.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur saat menerima audiensi jajaran Sieger Lingua International bersama Santri Entrepreneur Indonesia di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (29/7/2026).
Audiensi dihadiri Pimpinan Sieger Lingua International Mofaje S. Caropeboka, Pimpinan Santri Entrepreneur Indonesia Tri Joko Margono, serta 20 peserta penerima beasiswa pelatihan bahasa Jerman.
Dalam pertemuan itu, Gubernur menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam tidak akan memberikan kesejahteraan yang optimal tanpa didukung SDM yang unggul.
"Rumus peradaban dari dahulu hingga sekarang tetap sama, yaitu perbaikan SDM. Meskipun daerah memiliki potensi kekayaan alam yang besar, tanpa SDM yang berkualitas, potensi tersebut tidak akan memberikan kesejahteraan yang optimal bagi masyarakat," kata Mirzani.
Ia menjelaskan, setiap tahun puluhan ribu lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi di Lampung memasuki dunia kerja. Sementara itu, kemampuan investasi dalam menyerap tenaga kerja baru masih terbatas.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Program Migran Vokasi sebagai solusi untuk membuka peluang kerja di sektor formal luar negeri. Pemprov menargetkan pengiriman hingga 15 ribu tenaga kerja terampil setiap tahun dalam lima tahun mendatang.
"Kita ingin mengubah paradigma pengiriman pekerja migran. Pemerintah Provinsi Lampung fokus pada pengiriman tenaga kerja formal berketerampilan, seperti tenaga kesehatan dan teknisi, bukan lagi sektor informal. Kendala utama sektor formal adalah penguasaan bahasa dan mentalitas. Di sinilah peran penting kolaborasi bersama lembaga pelatihan seperti Sieger Lingua dan Santri Entrepreneur," ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, Gubernur menyatakan siap memfasilitasi kebutuhan sarana dan prasarana pelatihan bahasa Jerman di Lampung. Pemprov juga akan mendorong kolaborasi dengan akademi keperawatan dan perguruan tinggi agar mahasiswa tingkat akhir dapat mengikuti pembekalan bahasa dan keterampilan secara bersamaan sebelum memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Sieger Lingua International dan Santri Entrepreneur Indonesia menjelaskan program beasiswa yang dijalankan tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan bahasa Jerman hingga level B1, tetapi juga menyediakan asrama gratis serta pembinaan karakter, keagamaan, dan kewirausahaan.
Dalam kesempatan tersebut, kedua lembaga juga mengajukan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Lampung untuk menambah tenaga pengajar bahasa Jerman agar kapasitas peserta pelatihan dapat ditingkatkan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan vokasi, dan mitra internasional, diharapkan semakin banyak tenaga kerja asal Lampung yang mampu bekerja di sektor formal luar negeri sekaligus membawa pengalaman, keahlian, dan modal untuk membangun daerah setelah kembali ke Indonesia.(*)
Editor: Muhammad Furqon
