MOMENTUM, Pandeglang — Lima jurnalis bersama seorang nahkoda dan seorang anak buah kapal (ABK) hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ketujuh orang tersebut masih dalam pencarian tim SAR.
Rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten Al Amrad mengatakan komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Salah seorang jurnalis saat itu mengirimkan lokasi kapal kepada jurnalis di Lampung bernama Abay.
Namun, komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
“Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 (7/9/2026) mengirim share lokasi terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak. Sampai berita ini dilaporkan korban belum ditemukan,” kata Al Amrad dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Basarnas Banten menerima laporan kapal hilang kontak pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB. Titik koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E.
Setelah menerima laporan, Basarnas mengerahkan tim SAR untuk melakukan pencarian di sekitar titik koordinat terakhir hingga kawasan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Tim Rescue USS Pandeglang turut dikerahkan dengan membawa Rescue Car RIB 02 Banten, peralatan SAR air, medis, dan komunikasi.
Berdasarkan data Basarnas Banten, kapal tersebut membawa tujuh orang, terdiri dari lima jurnalis, seorang nahkoda, dan seorang ABK.
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah:
1. M. Bagus Khoirunnas — Jurnalis Antara.
2. Ari Basuki — Jurnalis Merdeka.
3. Yudhis — Jurnalis iNews.
4. Daus — Jurnalis Jurnal Anadolu.
5. Donal — Jurnalis freelance.
Identitas nahkoda dan ABK belum disampaikan Basarnas.
Saat kapal bertolak, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot, sedangkan ketinggian gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.
Hingga Selasa (8/9/2026), tim SAR masih melakukan pencarian dan menelusuri kemungkinan pergerakan kapal setelah komunikasi terakhir terputus.(*)
Editor: Muhammad Furqon
