BMKG Cabut Peringatan Tsunami Gempa M7,7 NTT, Berakhir Pukul 07.30 WIB

img

MOMENTUM, Bandarlampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak adanya kenaikan muka air laut signifikan yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut di sejumlah wilayah terdampak.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB," kata Nelly kepada wartawan.

Baca Juga: Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Meski peringatan dini tsunami telah berakhir, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap kemungkinan gempa susulan serta perubahan tinggi muka laut di wilayah terdampak.

Gempa sebelumnya terdeteksi berpusat di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

Berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut berpotensi memicu tsunami sehingga BMKG menerbitkan peringatan dini untuk sejumlah wilayah, meliputi NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara.

BMKG mencatat peringatan dini tsunami pertama diterbitkan hanya 2 menit 16 detik setelah gempa terjadi. Peringatan kedua kemudian disampaikan pada pukul 05.09 WIB.

Sebelumnya, BMKG juga mendeteksi gelombang tsunami di sejumlah wilayah, antara lain Maurole dengan ketinggian 0,94 meter, Bulukumba 0,54 meter, Kawapante 0,38 meter, Baubau 0,30 meter, Flores Timur 0,25 meter, serta Bakalang 0,14 meter.

Setelah peringatan dicabut, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan.

BMKG meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi, seperti aplikasi InfoBMKG, situs InaTEWS BMKG, serta akun media sosial resmi @infoBMKG.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos