7.522 Siswa Ikut OMI di Lampung, Kakanwil: Jangan Takut Berkompetisi

img
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung Zulkarnain memantau pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota di Aula MTs Negeri 2 Bandarlampung, Senin (7/9/2026). Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung— Sebanyak 7.522 peserta dari jenjang MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang berlangsung 7-9 September 2026.

Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus mengasah kepercayaan diri dan kemampuan berkompetisi secara sehat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung Zulkarnain mengatakan, OMI tidak semata-mata ditujukan untuk mencari peserta terbaik atau juara. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi.

“OMI ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan potensi, dan belajar berkompetisi secara sehat,” kata Zulkarnain saat memantau pelaksanaan OMI tingkat kabupaten/kota di Aula MTs Negeri 2 Bandarlampung, Senin (7/9/2026).

Dalam pemantauan tersebut, Zulkarnain memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan tertib dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, pengalaman mengikuti OMI merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan peningkatan prestasi peserta didik.

“Berikan yang terbaik, junjung sportivitas, dan jangan takut untuk berkompetisi. Apa pun hasilnya, pengalaman ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan pengembangan prestasi peserta didik,” ujarnya.

Zulkarnain menilai peserta didik di Lampung memiliki potensi besar yang perlu didukung melalui pembinaan dan kesempatan berkompetisi.

“Anak-anak kita memiliki potensi yang besar. Tugas kita adalah memberikan ruang, pembinaan, dan kesempatan yang cukup agar potensi itu dapat berkembang dan menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi madrasah, daerah, dan Provinsi Lampung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung Herry Setiawan melaporkan, OMI tingkat kabupaten/kota di Lampung diikuti 7.522 peserta.

Peserta tersebut terdiri atas 2.157 peserta jenjang MI/SD, 2.929 peserta MTs/SMP, dan 2.436 peserta MA/SMA.

Pada jenjang MI/SD, kompetisi meliputi Matematika dengan 1.065 peserta dan IPAS sebanyak 1.092 peserta.

Jenjang MTs/SMP mempertandingkan tiga bidang, yakni Matematika dengan 970 peserta, IPA 987 peserta, dan IPS 972 peserta.

Sementara jenjang MA/SMA meliputi Matematika dengan 467 peserta, Biologi 388 peserta, Fisika 333 peserta, Kimia 330 peserta, Ekonomi 447 peserta, dan Geografi 471 peserta.

Khusus di Kota Bandarlampung, OMI diikuti 506 peserta. Rinciannya, 182 peserta jenjang MI, 174 peserta MTs, dan 150 peserta MA.

OMI tingkat kabupaten/kota berlangsung selama tiga hari, 7-9 September 2026. Pelaksanaan kompetisi dibagi menjadi empat sesi setiap hari.

Sesi pertama berlangsung pukul 07.30-09.30 WIB, sesi kedua pukul 10.00-12.00 WIB, sesi ketiga pukul 13.00-15.00 WIB, dan sesi keempat pukul 15.30-17.30 WIB.

Dalam pemantauan OMI di Bandarlampung, turut hadir Kepala Kemenag Kota Bandarlampung, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Kota Bandarlampung, Ketua Tim Kerja Penguatan, Kelembagaan dan Akreditasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, serta sejumlah tamu undangan.

Selain memantau pelaksanaan OMI, Zulkarnain juga meninjau kondisi MTs Negeri 2 Bandarlampung, termasuk asrama madrasah, serta MIN 3 Bandarlampung.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos