MOMENTUM, Lampung--Pemerintah Provinsi Lampung menerima alokasi kuota sebanyak 1.460 peserta untuk program SMK Go Global. Program strategis ini dirancang sebagai solusi konkret dalam menekan angka pengangguran lulusan sekolah kejuruan di wilayah Lampung melalui penyaluran tenaga kerja terampil ke pasar internasional.
Sekitar 75 persen dari total kuota dialokasikan khusus bagi para alumni SMK, sementara sisa 20 hingga 25 persen dibuka untuk masyarakat umum. Prioritas utama diberikan kepada lulusan SMK guna mengatasi persoalan penyerapan tenaga kerja lokal yang belum maksimal.
Kepala BP3MI Lampung, Kombes Pol Mulia Nugraha, mengungkapkan bahwa data Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung mencatat sekitar 200 ribu lulusan SMK saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Program ini hadir untuk menjembatani potensi mereka dengan tingginya permintaan tenaga kerja global.
Hal tersebut disampaikan Mulia usai menghadiri sosialisasi promosi dan pemanfaatan peluang kerja luar negeri di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (9-9-2026). Ia menegaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk menggenjot kapasitas SDM nasional.
Program SMK Go Global memfokuskan pembekalan pada tiga sektor utama yang memiliki pangsa pasar besar di mancanegara, yakni kesehatan, hospitality (perhotelan), dan pertanian. Para peserta akan mendapatkan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, hingga sertifikasi kompetensi.
Seluruh rangkaian pendidikan, pelatihan, hingga sertifikasi diberikan secara gratis tanpa membebani calon peserta. Pemerintah memfasilitasi pembiayaan ini guna memangkas kendala biaya pelatihan yang selama ini menjadi hambatan utama warga untuk bekerja di luar negeri.
Setelah menyelesaikan pelatihan, BP3MI Lampung akan menyesuaikan (matching) kualifikasi peserta dengan kebutuhan perusahaan penempatan di negara tujuan. Skema ini memastikan setiap pekerja migran memiliki keahlian yang presisi dan berdaya saing tinggi di sektor formal.
Peluang kerja internasional ini disambut antusiasme tinggi oleh masyarakat Lampung. Terhitung hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 18 ribu warga Lampung telah mendaftarkan diri dan berminat untuk mengadu nasib di luar negeri.
Sejumlah negara tujuan utama yang diproyeksikan untuk penempatan tenaga kerja terampil asal Lampung ini antara lain Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dan Jepang. Penempatan difokuskan pada sektor formal guna memberikan perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik.
Guna menyukseskan pelaksanaan program, BP3MI Lampung memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, SMK, lembaga pelatihan vokasi, hingga tokoh masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah potensi kelulusan SMK menjadi tenaga kerja global yang profesional.(**)
Editor: Agus Setyawan
