MOMENTUM, Bandarlampung—Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 00.47 WIB. Erupsi berlangsung selama 28 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi dengan amplitudo maksimum 51 milimeter. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, PVMBG juga mencatat satu gempa low frequency dengan amplitudo 16 milimeter dan durasi enam detik serta satu gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 26 milimeter selama empat detik.
Tremor menerus masih terekam dengan amplitudo 2-7 milimeter, dengan amplitudo dominan 3 milimeter.
Erupsi tersebut menambah aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa (8/9/2026), gunung api itu tercatat erupsi lima kali, yakni pukul 05.08, 05.34, 07.49, 11.34, dan 17.56 WIB.
Status Gunung Anak Krakatau masih Level III (Siaga). PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pengunjung tidak mendekati kawah aktif atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas.
Sementara itu, BMKG terus memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, terutama terkait arah dan ketinggiannya yang dapat berdampak terhadap penerbangan.
Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diminta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pihak berwenang.(*)
Editor: Muhammad Furqon
