SMA Terbuka Jadi Harapan Baru Anak-anak Wayasahan

img
Wayasahan, Kecamatan Pematangsawah, salah satu pekon di Kabupaten Tanggamus. Foto: Ist.

MOMENTUM, Pematangsawa-- Wayasahan, salah satu pekon di Kabupaten Tanggamus yang berada di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), kini mendapat harapan baru di bidang pendidikan.

Selama ini, keterbatasan akses pendidikan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Wayasahan, Kecamatan Pematangsawa, terutama bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Bagi sebagian anak, mengenakan seragam putih abu-abu, belajar bersama teman-teman, dan pulang membawa cerita merupakan mimpi sederhana. Namun, jarak dan kondisi geografis membuat kesempatan melanjutkan pendidikan menengah tidak mudah diwujudkan.

Harapan itu kini mulai menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan akan membuka layanan SMA Terbuka di Pekon Wayasahan.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Disdikbud Provinsi Lampung Laila Soraya, mewakili Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas Amirico, saat meninjau kondisi pendidikan di Wayasahan, Kamis (10/9/2026).


Kepala Pekon Wayasahan Haryono menyambut baik kunjungan jajaran Disdikbud Provinsi Lampung. Dia mengatakan, upaya menghadirkan akses pendidikan jenjang SMA di wilayah tersebut telah diperjuangkan sejak sekitar satu tahun lalu.

“Yang pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sekretaris beserta rombongan dari provinsi yang sudah datang langsung ke Wayasahan. Sekitar setahun yang lalu, kami datang ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung membawa aspirasi masyarakat Wayasahan dan memohon adanya sekolah menengah atas atau yang sederajat,” ujar Haryono.

Menurutnya, kunjungan langsung jajaran Disdikbud Provinsi Lampung menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapatkan titik terang. Insyaallah ke depan anak-anak kita sudah bisa mengakses pendidikan SMA di sini. Ini yang memang sangat kami harapkan untuk masyarakat Wayasahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Laila Soraya mengatakan pihaknya turun langsung untuk melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat Wayasahan, termasuk akses pendidikan jenjang SMA maupun SMK.

“Hari ini kita melihat langsung apa yang diharapkan masyarakat Wayasahan melalui usulan dari Pak Kepala Pekon Wayasahan terkait pendidikan jenjang SMA ataupun SMK. Kita juga melihat memang wilayah ini sangat membutuhkan adanya sekolah untuk masyarakat di sini,” kata Laila.

Ia mengatakan pemerintah memahami tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur yang dihadapi masyarakat Wayasahan. Untuk sementara, layanan pendidikan jarak jauh akan dimaksimalkan sembari menunggu pembangunan infrastruktur pendidikan yang lebih memadai.

“Kita memahami apa yang terjadi. Program pendidikan jarak jauh kita gunakan dengan maksimal sambil kita menunggu kapan pemerintah bisa membangun infrastruktur yang bagus untuk pendidikan SMA ataupun SMK bagi masyarakat di Pekon Wayasahan,” jelasnya.

Meski pembangunan sekolah membutuhkan proses, masyarakat Wayasahan tidak harus menunggu terlalu lama untuk memperoleh akses pendidikan menengah. Disdikbud Provinsi Lampung memastikan layanan SMA Terbuka akan mulai disiapkan di wilayah tersebut.

“Yang utama, tentunya tahun depan kita pastikan Wayasahan ini sudah mempunyai satu kelompok belajar, satu rombongan belajar, satu kelas untuk SMA Terbuka,” tegas Laila.

Kepastian tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Wayasahan. Di tengah keterbatasan sebagai wilayah 3T, kehadiran SMA Terbuka diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak setempat untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala jarak dan kondisi geografis.

Perjuangan masyarakat yang didukung Kepala Pekon Haryono, tokoh masyarakat Budi Utomo dan Sulaiman, serta berbagai pihak di bidang pendidikan, perlahan mulai membuahkan hasil.

Bagi anak-anak Wayasahan, SMA Terbuka bukan sekadar layanan pendidikan. Program tersebut membuka kesempatan untuk tetap bersekolah dan melanjutkan cita-cita, meski mereka tinggal di wilayah dengan segala keterbatasannya.

Keterbatasan geografis semestinya tidak menjadi batas bagi anak-anak Wayasahan untuk memperoleh pendidikan yang layak.(*)







Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos