Akhir November, DAAL Gelar LAPAH #X International Performing Arts Festival 2026

img

MOMENTUM, Bandarlampung — Dian Arza Arts Laboratory (DAAL) kembali menghadirkan LAPAH, festival seni pertunjukan yang mempertemukan seniman lintas disiplin dari berbagai daerah dan negara. Tahun ini, LAPAH memasuki penyelenggaraan ke-10 dengan tajuk LAPAH #X – International Performing Arts Festival 2026.

Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27-29 November 2026 di Saung Suka, Pesawaran, Lampung. Kegiatan ini bersifat independen, edukatif, terbuka untuk umum, dan dapat dinikmati secara gratis.

Founder DAAL Dian Anggraini mengatakan LAPAH merupakan program tahunan yang menjadi ruang pertemuan sekaligus eksplorasi kreatif bagi seniman interdisipliner.

"LAPAH merupakan program rutin tahunan DAAL yang bersifat independen, edukatif dan terbuka untuk umum sebagai ruang kreatif berkumpulnya para seniman interdisipliner dari berbagai kota serta negara dan menghadirkan karya-karya seni yang kaya ragam sekaligus imersif," ujar Dian.

LAPAH #X tahun ini akan menghadirkan puluhan seniman dari berbagai kota di Indonesia dan sejumlah negara. Selain pertunjukan seni, festival juga akan diisi pameran seni rupa yang menampilkan 15 karya dua dimensi, lima karya tiga dimensi, serta 10 karya para maestro.

"Selain ada pameran seni rupa, juga akan ada pameran busana dan wastra tradisi Lampung serta pertunjukan dari penampil tamu yang kami hadirkan. Semuanya dapat dinikmati secara gratis serta terbuka untuk umum," kata Dian.

Mengangkat tema "Seni Rupa Pertunjukan" dengan subtema "Ritus", LAPAH #X diarahkan untuk memperluas eksplorasi seni dengan mempertemukan seni rupa dan seni pertunjukan.

Menurut Dian, melalui konsep tersebut, benda atau karya rupa tidak lagi sekadar menjadi objek estetis yang dipajang di ruang galeri. Karya dapat diperlakukan sebagai medium yang memiliki gerak, durasi, dinamika tubuh, dan keterkaitan dengan ruang.

"Sedangkan ritus ketika ditarik ke dalam bingkai seni rupa pertunjukan, ia menjadi instrumen untuk merespons persoalan kemanusiaan, ekologi, dan ruang sosial kontemporer. Karya rupa tidak lagi hanya dipandang, tetapi diyakini, diaktivasi, dan dialami secara langsung oleh publik," jelasnya saat diwawancarai Senin pagi (14/9/2026).

Dian juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan positif Kementerian Kebudayaan RI terhadap penyelenggaraan LAPAH #X, khususnya dari Ahmad Mahendra, Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI.

Ia mengatakan DAAL menempatkan tradisi sebagai salah satu sumber penting dalam pengembangan eksperimentasi seni. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan LAPAH #X yang dikemas sebagai festival seni bertaraf internasional dengan tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

"Dian Arza Arts Laboratory (DAAL) memegang prinsip bahwa tradisi adalah mata air eksperimentasi. Perhelatan LAPAH #X – International Performing Arts Festival 2026 menjadi puncak pembuktian metodologi tersebut, menghadirkan sebuah festival inovatif bertaraf internasional yang berakar kuat pada nilai lokal namun berwawasan global," tandasnya. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos