Antrean Biosolar Mengular, Polisi Cermati Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

img
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Pol Heri Rusyaman. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Lampung tidak hanya dipengaruhi meningkatnya kebutuhan biosolar subsidi. Polisi juga mencermati dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang diduga memanfaatkan selisih harga dengan BBM nonsubsidi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Pol Heri Rusyaman mengatakan, stok BBM subsidi di Lampung sebenarnya masih mencukupi. Namun, tingginya jumlah kendaraan dan peralihan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke biosolar subsidi turut membuat antrean semakin panjang.

"Stok sebenarnya sudah ada, sudah lengkap, sudah mencukupi. Tetapi karena konsumennya banyak, ada fenomena peralihan karena gap harga BBM sangat jauh," kata Heri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026).

Dari hasil pengecekan di lapangan, polisi mendapati proses pengisian menggunakan barcode membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 15 menit untuk satu kendaraan.

Di tengah kondisi tersebut, polisi juga mencermati dugaan adanya pihak yang membeli Biosolar subsidi dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali.

Heri menyebut kendaraan dapat mengisi sekitar 100 liter Biosolar dengan harga subsidi sekitar Rp6.700 per liter. Sementara harga solar nonsubsidi berada di kisaran Rp23.000 per liter.

Menurutnya, perbedaan harga tersebut berpotensi mendorong penyalahgunaan apabila BBM subsidi yang diperoleh kemudian diperjualbelikan kembali.

Polisi juga mendapatkan informasi mengenai dugaan adanya kendaraan yang kembali mengambil atau memindahkan BBM setelah melakukan pengisian.

"Beberapa rekan juga melihat mungkin ada mobil truk menyedot kembali BBM-nya. Itu salah satunya bukti yang sudah ada di lapangan," ungkap Heri.

Meski demikian, Polda Lampung belum menyimpulkan seluruh antrean panjang kendaraan berkaitan dengan penyelewengan BBM subsidi.

Polisi menyebut antrean juga dipengaruhi tingginya jumlah kendaraan, termasuk kendaraan dari luar daerah yang melintas dan mengisi BBM di Lampung.

Untuk mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan, Polda Lampung telah menginstruksikan jajaran Polres, khususnya Satreskrim, melakukan pemantauan di sejumlah SPBU.

Perhatian khusus diberikan kepada SPBU di wilayah yang relatif sepi, termasuk Mesuji dan Tulangbawang.

"Yang kita khawatirkan adalah SPBU yang ada di luar kota penyangga Bandar Lampung, seperti Mesuji, Tulangbawang dan sebagainya yang daerahnya sepi. Tim akan kita turunkan untuk mengantisipasi terjadinya penyelewengan," tegasnya.

Selain pengawasan, polisi bersama pemerintah daerah dan Pertamina juga tengah mengkaji sejumlah opsi untuk mengurai antrean, termasuk kemungkinan penerapan sistem ganjil-genap maupun pengaturan kembali masa berlaku barcode pengisian.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos