Cegah Judi Online dan Suap, Pelindo Regional 2 Panjang Perkuat Integritas Pegawai

img

MOMENTUM, Bandarlampung--PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada tata kelola perusahaan yang baik (good corporate covernance/GCG).

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan awareness bahaya judi online, gratifikasi, dan suap di lingkungan kerja yang digelar di Bandarlampung, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Hadir sebagai pemateri, Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Lampung Ricky Ramadhan serta Kasi II Bidang Intelijen Andres Suprianus. Kedua narasumber memaparkan risiko hukum, dampak sosial, hingga konsekuensi praktik judi online, gratifikasi, serta suap, khususnya di lingkungan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ricky Ramadhan menyampaikan bahwa edukasi hukum mengenai bahaya ketiga hal tersebut merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kesadaran hukum serta membangun karakter pegawai BUMN yang berintegritas.

“Judi online tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga merusak kehidupan pribadi, keharmonisan keluarga, dan produktivitas seseorang. Sementara itu, praktik suap dan gratifikasi mencederai kepercayaan publik serta membawa konsekuensi hukum yang serius. Integritas harus menjadi prinsip dalam setiap pengambilan keputusan,” tegas Ricky.

Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 2 Panjang yang diwakili Manager Kepatuhan Bisnis, Weriyanto Febriyadi, menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis kepelabuhanan yang profesional dan berkelanjutan.

“Sebagai bagian dari BUMN, insan Pelindo memiliki tanggung jawab menjaga kepercayaan negara, masyarakat, pengguna jasa, dan mitra kerja. Kami tidak memberikan ruang bagi praktik suap, gratifikasi ilegal, maupun perilaku yang merusak kredibilitas perusahaan,” kata Weriyanto.

Ia menambahkan bahwa interaksi bisnis di pelabuhan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan—mulai dari pemilik barang, perusahaan pelayaran, hingga instansi pemerintah—menuntut transparansi dan objektivitas yang tinggi guna menghindari konflik kepentingan.

Bukan hanya masalah suap, maraknya judi online juga menjadi perhatian khusus manajemen karena terbukti memicu persoalan finansial, merusak konsentrasi, menurunkan produktivitas, hingga mengganggu keselamatan kerja.

Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi sosialisasi dan diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh peserta yang hadir.

Penandatanganan ini menjadi simbol tekad bulat seluruh pegawai Pelindo Regional 2 Panjang untuk menolak judi online, mencegah praktik suap dan gratifikasi, serta menjunjung tinggi nilai integritas dalam setiap aktivitas operasional pelabuhan.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos