Cetak 7 Doktor Manajemen Pertama, Pemprov Lampung Ajak UBL Kawal Hilirisasi Industri Strategis

img
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat prosesi wisuda di UBL.

MOMENTUM, Bandar Lampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan potensi generasi muda dan lulusan perguruan tinggi dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya melalui penguatan sektor hilirisasi industri strategis.

Langkah ini menjadi kunci utama dalam menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Lampung yang saat ini mencatatkan angka 5,2 persen—tertinggi kedua di Pulau Sumatra.

Pesan strategis tersebut disampaikan dalam Rapat Senat Luar Biasa Wisuda Program Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktor (S3) Periode Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Bandar Lampung (UBL) yang berlangsung di Gedung Mahligai UBL Convention Hall, Kamis (22/10/2026).

Pada Wisuda ke-76 UBL ini, sebanyak 539 lulusan resmi dikukuhkan. Jumlah tersebut terdiri dari:

Program Sarjana (S1): 330 lulusan

Program Magister (S2): 202 lulusan

Program Doktor (S3): 7 lulusan

Momen wisuda kali ini terasa istimewa karena UBL secara resmi melantik tujuh doktor manajemen pertama, yang menandai pencapaian penting dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi dan riset manajemen di Provinsi Lampung. Pemprov Lampung memberikan apresiasi tinggi atas capaian bersejarah tersebut serta visi UBL yang terus bertransformasi menuju World Class Entrepreneur University melalui penguatan Talent and Career Ecosystem.

Dalam pengarahannya, Pemprov Lampung menyoroti struktur demografi daerah yang mencapai 9,5 jiwa, di mana lebih dari 45 persen di antaranya merupakan kelompok Gen Z dan Post Gen Z sebagai aset strategis penggerak masa depan.

"Lampung hari ini bergerak maju melalui hilirisasi. Kita mendorong pengolahan ubi kayu menjadi produk bernilai tinggi, pembangunan pabrik pengolahan kopi robusta, pengembangan ekosistem bioetanol, hingga hilirisasi unggas terintegrasi dari hulu ke hilir. Semua langkah strategis ini membutuhkan tenaga kerja yang terampil, profesional, adaptif, serta wirausahawan muda yang berani berinovasi," tegas Gubernur Lampung dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., mengingatkan para lulusan agar menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) dan mewaspadai sindrom toga.

"Sindrom toga adalah kondisi psikologis di mana seseorang yang baru lulus merasa sudah menguasai segalanya sehingga berhenti belajar. Jangan sampai hal itu terjadi. Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan setiap orang yang ditemui sebagai guru. 

Di awal karier, fokuslah untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujar Prof. Iskhaq.

Pemprov Lampung menegaskan pintu kolaborasi terbuka lebar bagi akademisi dan perguruan tinggi, termasuk UBL, baik dalam riset terapan, pengabdian masyarakat, maupun penguatan ekosistem kewirausahaan demi mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas.(**)






Editor: Agus Setyawan





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos