Sampah Plastik Jadi Tiket Masuk ke Bukit Perahu

img
Bukit Perahu yang berada di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kedaton Bandarlampung.

MOMENTUM, Bandarlampung--Bukit Perahu, satu dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Kota Bandarlampung. Mungkin bagi sebagian masyarakat nama tempat itu belum familiar.

Ya, tempat wisata yang berada di Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kedaton itu terbilang baru, bahkan baru akan dibuka secara umum pada Februari 2020.

Uniknya, Bukit Perahu tidak menerima uang tunai dari para pengunjung yang ingin menikmati pemandangan Kota Bandarlampung dari atas. Pengunjung hanya diminta membawa sampah botol berbahan plastik sebagai tiket masuknya.

Salah satu penggagas Bukit Perahu Tadeus Sinto menyebutkan hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi polusi sampah plastik.

"Ini juga untuk kampanye dalam mengurangi sampah plastik. Jadi tidak hanya sekedar sosialisasi, tapi kami langsung melakukannya," kata Sinto -sapaan akrabnya- kepada harianmomentum.com, Senin (16-12-2019).

Sampah-sampah tersebut nantinya akan didaur ulang menjadi pot bunga serta kerajinan lainnya, sehingga akan lebih berguna.

"Jadi kita daur ulang. Tapi tidak menutup kemungkinan, kalau ada yang butuh uang bisa kita jual untuk membantu masyarakat di sini," jelasnya.

Dia berharap melalui kampanye yang dilakukan mereka, warga Lampung juga bisa turut berpartisipasi dalam mengurangi sampah plastik. Selain itu, Bukit Perahu juga menyediakan tempat penangkaran lebah madu, hasilnya bisa digunakan membantu warga.

"Bukit Perahu ini dikelola warga sini yang tergabung dalam Anak Sidodadi (Asido). Jadi hasilnya kita gunakan untuk membantu warga setempat," terangnya.

Tidak hanya itu, dia mengatakan tempat wisata yang baru dibuka pada 20 Oktober lalu mengusung tema eco-edu. Maksudnya ekosistem dan edukasi. 

Menurut dia, tema itu diambil karena banyaknya bukit di Bandarlampung yang telah dibuka tetapi justru merusak kelestariannya.  "Makanya di sini para pengunjung diminta untuk menjaga ekosistem dan diberikan edukasi untuk menjaga kelestarian. Karena banyak bukit yang sudah gundul," jelasnya.

Bahkan, nantinya akan disediakan tempat baca atau perpustakaan. "Jadi para pengunjung bisa sambil membaca dan berwisata. Ini bagian dari edukasi," tuturnya.

Bagi para pengunjung yang ingin berkemah juga disediakan tempat penyewaan tenda. "Kita nanti juga akan membuka bumi perkemahan, wahana outbound, trek jogging serta kebun binatang mini," jelasnya.

Meski belum resmi dibuka, tetapi sudah ada pengunjung. "Resmi kita buka nanti pada Februari 2020. Tetapi sudah ada pengunjung, walau belum resmi dibuka," ujarnya. (vaw/adw)






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos