Gelar Salat Ied Terbatas, Letkol Ahmad Yani: Ini Penghibur untuk Prajurit

img
Inspektur Muda Bidang Sumber Daya, Makoopsau TNI AU Biak Papua, Letnan Kolonel Drs H. Ahmad Yani, SH, MT.

MOMENTUM, Menggala--Menggelar Salat Ied terbatas, Inspektur Muda Bidang Sumber Daya, Makoopsau TNI AU Biak Papua, Letnan Kolonel Drs H. Ahmad Yani, SH, MT, mengatakan ini merupakan penghibur para prajurit pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Salat Idul Fitri ini dilaksanakan dengan personel yang terbatas dengan pemeriksaan protokol kesehatan yang ketat diantarnya harus memakai masker, diukur suhu tubuh dan menjaga jarak antar jemaah,” ujar pria kelahiran Tulangbawang, Lampung, usai salat Idul Fitri di tenggah wabah Covid-19, di Markas Komando Operasi Angkatan Udara Biak Papua, Minggu (24-5-2020).

Pria yang sehari hari berdinas di Inspektorat komando operasi TNI Angkatan Udara sebagai Inspektur Muda bidang Sumber Daya, di Biak itu mengatakan, pelaksanaan salat dilaksanakan bertujuan untuk menghibur para prajurit yang tidak bisa merayakan bersama keluarga.

Dalam ceramahnya, dia menyebutkan, pentingnya kita dihari yang fitri ini saling bermaaf-maafan agar kesalahan sesama manusia diampuni oleh Allah SWT.

“Perlu melestarikan nilai Ramadan di luar bulan lainnya, agar iman kita tetap konsisten seperti yang dilaksankan pada bulan ini yang baru saja meninggalkan kita," ujarnya.

Apalagi, selama puasa wajib jika di luar Ramadan kita laksanakan sunnah, karena puasa itu menyehatkan. "Nabi Muhammad SAW bersabda, puasalah karena puasa menyehatkan," ujar Kolonel Yani sapaan akrab Inspektur Muda Bidang Sumber Daya.

Dia menyebutkan, hari raya ini kita perlu saling bermaaf-maafan meskipun melalui saluran telepon.

“Semoga kita bisa terhindar dari bahaya Covid-19, jalankan keseharian kita sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Insya Allah kita akan terhindar dari virus corona,” pungkasnya.

Ketika ditanya soal kapan pulang ke Tulangbawang untuk mengabdi menyumbangkan ilmu dan pikiran di kampung halaman sendiri, alumni master ITB ini sambil menutup telpon minta doakan saja jawabnya.(**)

Laporan: Abdul Rahman

Editor: Agus Setyawan



Leave a Comment