Lampung Targetkan Program Smart Village Jangkau 30 Desa

img
Focus Group Discussion (FGD) Program Smart Village. Foto. Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Program Smart Village Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun ini ditargetkan menjangkau 30 desa dan 100 desa pada 2021.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, mewakili Gubernur Arinal Djunaidi, memimpin Focus Group Discussion (FGD) Program Smart Village di  Hotel Swissbell, Bandarlampung, Jumat (23-10-2020).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa & Transmigrasi, Zaidirina mengatakan Program Smart Village merupakan salah satu Program Lampung Berjaya yang diusung Gubernur Arinal dan Wakil Gubernur Chusnunia saat kampanye pencalonan gubernur beberapa waktu silam.

Pada tahun ini, sasaran program Smart Village, sebanyak 30 desa dan diharapkan dapat mencakup 100 desa pada tahun 2021, katanya.

Desa yang menjadi percontohan program tersebut pada tahun ini, Desa Hanura di Kabupaten Pesawaran, Podomoro di Kabupaten  Pringsewu, Sribawono di Kabupaten Lampung Timur dan Desa Cintamulya.

Program ini bertujuan mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan menuju Desa Lampung Berjaya, Maju, Mandiri dan Sejahtera, katanya.

Sementara dalam sambutan yang disampaikan Fahrizal, Gubernur berpesan agar semua peserta dapat berperan serta aktif dan memberikan masukan dalam kegiatan FGD. Peran semua pihak dalam program ini diharapkan mampu menjadikan desa-desa di Provinsi Lampung menjadi desa yang maju, mandiri dan sejahtera.

Gubernur sangat serius dan menaruh perhatian penuh dalam membangun dan memperkuat pembangunan perekonomian di pedesaan. Dengan desa yang berperan sebagai penopang dalam pemenuhan pertanian dan perkebunan, nantinya juga dapat menopang pembangunan di wilayah perkotaan yang berdampak ke kabupaten.

"Kita ingin mengembangkan dan membangun desa, namun harus didukung oleh seluruh masyarakat desa sebagai pelaku utama dan didukung oleh semua pihak yang terkait," ungkap Fahrizal.

Program tersebut akan membuat pelayanan pemerintah kepada masyarakat akan lebih cepat. Pemerintah ingin melakukan monitoring dan evaluasi akan lebih cepat. Untuk itu, infrastruktur menjadi sebuah keharusan dan menjadi prioritas utama sebagai pendukung Program Smart Village.

Nantinya, tidak ada lagi desa yang tidak terhubung dengan teknologi digital. Masyarakat akan memiliki akses untuk melakukan transaksi, baik perbankan, perdagangan, perekonomian dan fasilitas lain yang berkaitan dengan digitalisasi teknologi. Sehingga diharapkan tidak ada batasan masyarakat untuk mendapatkan kemudahan dan informasi. (*)

Editor: Nurjanah/Rls.



Leave a Comment