Pesawaran Targetkan PAD dari Retribusi Wisata Rp2,5 Miliar

img
Diskusi dan Sosialisasi Gate System (sistem portal) Obyek Wisata di Sekretariat PWI Pesawaran

MOMENTUM, Gedongtataan--Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi obyek wisata pada 2022 sebesar Rp2,5 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, Ketut Partayasa, akan diterapkan gate system atau sistem portal pada lokasi wisata.

"Sudah diujicoba selama tiga hari pada libur akhir pekan dan hari raya Waisak pada 14 hingga 16 Mei kemarin. Perhari dari satu gate system mendapatkan sekitar Rp3 juta," katanya saat gelaran diskusi serta sosialisasi Gate System di Sekretariat PWI Kabupaten Pesawaran, Kamis (19-5-2022).

Ketut menuturkan ujicoba dilakukan di pintu masuk Pantai Mutun, Telukpandan serta pintu masuk Dermaga Ketapang, Kecamatan Telukpanan. Pascaujicoba akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh yang melibatkan pelaku industri wisata, Forkopimda serta instansi terkait.

"Untuk saat ini tarif masuk lokasi wisata masih diberlakukan tarif lama sebesar Rp3 ribu untuk pengunjung, dengan rincian Rp2 ribu untuk pendapatan asli daerah sementara seribu rupiah untuk asuransi jiwa pengunjung," tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran, Ahmad Syafei menyebut pihaknya menargetkan realisasi sebesar Rp100 juta dari sektor retribusi pengunjung obyek wisata.

"Sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang pengelolaan kepelabuhanan, penarikan retribusi pengunjung di Gerbang Mutun dan Dermaga Ketapang kita berlakukan ujicoba. Ini dilakukan untuk memaksimalkan PAD sektor pariwisata," katanya.

Sementara, Ketua PWI Pesawaran, M Ismail mengapresiasi langkah yang dilakukan pemkab setempat guna mengoptimalkan penyerapan PAD sektor pariwisata.

"Ini langkah yang visioner, mengingat kabupaten Pesawaran merupakan wilayah dengan potensi wisata yang besar, dan harus digarap dengan maksimal. Selain itu ini juga langkah ini untuk menjamin pelayanan bagi para wisatawan dalam bentuk perlindungan asuransi jiwa" katanya.

Diskusi dihadiri Kadis Pariwisata Ketut Partayasa, Kadis Perhubungan Ahmad Syafei, Kasat Pol PP Effendi serta Kabid Pemasaran Pariwisata, Aris King. (*)



Editor: Muhammad Furqon


Leave a Comment