MOMENTUM--Politisi asal Lampung yang kini menjadi Komisaris Independen PT PLN, Andi Arief pada Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah, mudik ke kampung halamannya di Bandarlampung.
Di tanah kelahirannya, Andi merayakan Idul Fitri dengan keluarga besarnya, dan bertemu dengan banyak koleganya, termasuk M. Alzier Dianis Thabranie, politisi senior Partai Golkar.
Pertemuan Andi Arief - Alzier berlangsung "gayeng" di rumah kebun milik Alzier di Gunungterang, Bandarlampung, Kamis petang, 3 April 2025.
Andi datang tak sendirian, melainkan ditemani sahabat lamanya, Ali Imron, pengurus Golkar Lampung. Keduanya, disambut Alzier karena memang sudah lama tidak berjumpa.
Mengenakan kemeja biru muda, casual, bercelana jins, Andi Arief tampak fress. Raut wajahnya cerah. Tidak tampak lagi, bahwa aktivis 98 itu baru saja menjalani cobaan berat berupa operasi transplan hati (cangkok hati) di RS RS Apollo, News Delhi, India.
"Iya neh, baru saja bertemu Bang Alzier. Kami kangen - kangenan aja, mumpung masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri," kata Andi.
Di mata Andi, Alzier sudah seperti saudara. Menurut dia, Alzier punya pengalaman panjang soal politik dan bisnis. Mental politiknya pemberani, dan selalu ngak mau melihat kawannya keliatan susah.
"Itulah bang Alzier atau ADT yang artinya Ada Duit Terus, hahaha," canda Andi.
Hubungan kekeluargaan Alzier dan Andi Arief memang cukup dekat. Yang terjalih berkat hubungan kedua orang tua mereka semasa masih hidup. Ayahanda Andi, ulama besar Imam Masjid Al Furqon, KH Arief Mahya merupakan tokoh NU Lampung. Sementara Thabranie Daud (orang tua Alzier Dianis), pernah menjadi Ketua PWNU dan Walikota Bandarlampung.
"Kami selalu berkirim kabar dan sambung silaturahmi terus hingga sekarang," kata Alzier.
Ada hal khusus yang dibahas? Menurut Andi Arief, tidak ada yang khusus kecuali obrolan keseharian. Bahkan, banyak guyonan yang menceritakan pengalaman. "Diskusi dengan Bang Alzier itu, ngak bakal kehabisan bahan. Selalu ada saja yang menarik, dan bikin kami tertawa terpingkal," kata politisi Partai Demokrat ini.
Pada petermuan itu, Alzier menyiapkan pempek khusus yang didatangkan dari Palembang. Kue legit khas Lampung, lengkap dengan kopi asli Lampung. Andi tampak lebih memilih, pempek yang dari bahan baku buah pepaya karena lebih lembut.
Andi sempat menceritakan soal perjalanan panjangnya selama berobat di RS India. Selama 18 Jam, Andi mengaku menjalani operasi transplan hati. Kemajuan teknologi kesehatan di negara tersebut, kata Andi, tak hanya maju di sisi teknologi, biaya yang harus dikeluarkan pasien untuk berobat pun sangat bersaing dengan negara-negara lain.
Di RS Appolo, News Delhi, biaya operasi hati angkanya bisa mencapai 200 ribu hingga 300 ribu dolar AS (sekitar Rp4,7 miliar). Bahkan di Amerika Serikat sudah mencapai 500 ribu dolar AS (Rp7,9 miliar).
"Di Singapura, mungkin sekitar 200 ribu hingga 250 ribu dolar AS. Di India, biayanya berkisar antara 30 ribu hingga 40 ribu atau 45 ribu dolar AS (sekitar Rp717 juta). "Jadi jauh lebih terjangkau," kata adik kandung ketua Demokrat Lampung Edi Irawan itu.
Kini, Andi Arief sudah sudah sehat. Dia sudah mengantor sebagai Komisaris Independen PT PLN (Persero), menggantikan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah. (*)
Editor: Muhammad Furqon