Bandarlampung Masifkan Screening HIV, Ibu Hamil Wajib Periksa Tiga Indikator

img
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bandarlampung, Liskha Sandi dan Kadinkes Bandarlampung Muhtadi. Foto: Ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung menggencarkan screening HIV secara masif. Upaya ini dilakukan dengan menyasar berbagai kelompok berisiko, termasuk ibu hamil dan pasien tuberkulosis (TBC).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bandarlampung, Liskha Sandi, mengatakan setiap ibu hamil wajib menjalani pemeriksaan triple eliminasi secara gratis.

“Untuk ibu hamil kita punya triple eliminasi, yaitu HIV, sifilis, dan hepatitis B. Setiap ibu hamil harus kita periksa dengan tiga indikator ini dan semuanya gratis,” kata dr. Liskha, Selasa (24-2-2026)

Tak hanya itu, pasien TBC juga secara otomatis akan dilakukan pemeriksaan HIV.

“Kalau ada pasien TBC, kita juga akan cek HIV-nya. Ini bagian dari upaya kita memutus rantai penularan,” jelasnya.

Dinkes juga aktif turun langsung ke lokasi-lokasi yang dianggap memiliki risiko tinggi, termasuk tempat hiburan malam.

“Kita keliling ke lokus yang banyak sumbernya seperti tempat hiburan. Jadi kita tidak hanya menunggu pasien, tapi screening langsung ke lapangan,” kata dia.

Tak hanya itu, sebanyak 31 puskesmas di Kota Bandarlampung kini telah mampu memberikan layanan HIV Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP). Bahkan, beberapa di antaranya juga menyediakan layanan rawat inap.

Liskha Sandi mengatakan, layanan tersebut diperkuat dengan pendampingan komunitas bagi setiap pasien.

“Sebanyak 31 puskesmas sudah mumpuni untuk layanan HIV PDP. Ada juga yang melayani rawat inap. Kita bekerja sama dengan komunitas, setiap pasien didampingi mulai dari screening sampai pengobatan,” ungkapnya.

Menurutnya, Dinkes memiliki tim yang solid di setiap fasilitas layanan, mulai dari dokter, perawat hingga apoteker yang terlatih menangani pasien HIV.

“Ketika ada yang reaktif, kita arahkan ke puskesmas yang melayani program HIV. Setelah itu kita edukasi. Kita punya dokter, perawat, apoteker, jadi timnya sudah kuat,” jelasnya.

“Kita juga punya pendamping pengobatan. Prinsipnya, pasien tetap bisa hidup produktif dan kualitas hidupnya terjaga,” tutupnya. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos