MOMENTUM, Bandarlampung -- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak di 15 kabupaten/kota se-Lampung, Jumat–Sabtu (10–11 April 2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi momentum bagi PKB untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat, ditandai dengan peluncuran 30 unit armada layanan bertajuk “Mobil Baguna” (Mobil Serbaguna).
Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim, mengatakan Muscab kali ini mengusung konsep berbeda dengan memilih lokasi di sejumlah destinasi wisata ikonik di Lampung. Konsep tersebut sejalan dengan tema kebangkitan UMKM dan pariwisata berkelanjutan.
Dalam sambutannya di pusat kegiatan daerah pemilihan (Dapil) 6 yang meliputi Mesuji, Tulangbawang, dan Tulangbawang Barat di kawasan Uluan Nughik, Nunik menekankan pentingnya transformasi PKB menjadi partai modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.
“Kami ingin menjadikan PKB sebagai partai yang ramah lingkungan. Selain hablu minallah dan hablu minannas, kader PKB juga harus mengamalkan hablu minal alam, yakni menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Nunik.
Ia menambahkan, Muscab dikemas dengan sentuhan kreativitas generasi muda yang dipadukan dengan kearifan lokal. Menurutnya, modernitas partai harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan pengetahuan lokal.
Salah satu agenda utama dalam Muscab ini adalah penyerahan simbolis 30 unit Mobil Baguna kepada 15 DPC PKB se-Lampung. Armada tersebut diperuntukkan membantu berbagai kebutuhan masyarakat.
“Mobil ini bisa digunakan untuk mengantar warga ke rumah sakit, kegiatan sosial, hingga membantu petani. Intinya, untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.
PKB, lanjut Nunik, menargetkan setiap anggota DPRD dari Fraksi PKB, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat, memiliki minimal satu unit mobil layanan.
“Target kami sebelum 2029 tersedia setidaknya 200 unit Mobil Baguna di Lampung,” tambahnya.
Wakil Bupati Tulangbawang Barat, Nadirsyah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi pemilihan lokasi Muscab di destinasi wisata. Menurutnya, hal itu sekaligus menjadi upaya promosi pariwisata daerah.
“Kehadiran PKB di lokasi wisata seperti Uluan Nughik menunjukkan dukungan terhadap pengembangan pariwisata dan UMKM berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Pelaksanaan Muscab serentak ini dibagi dalam dua gelombang. Pada Jumat (10/4), kegiatan digelar di Pringsewu dan Pesawaran (Pantai Bensam), Lampung Tengah (Danau Tirta Gangga Sakti Buana), Lampung Utara dan Way Kanan (Gedung Pusiban Kotabumi), serta Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji (Uluan Nughik).
Sementara pada Sabtu (11/4), Muscab dilaksanakan di Lampung Selatan, Metro, dan Bandarlampung (Pantai Sebalang), Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat (Gedung Global Nusantara), serta Lampung Timur (Islamic Centre Sukadana).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Anna Mu’awanah mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, yang ditandai dengan penyerahan bibit alpukat Siger sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Acara juga dihadiri jajaran Fraksi PKB DPRD Lampung, tokoh Nahdlatul Ulama, serta unsur Forkopimda setempat. (**)
Editor: Muhammad Furqon
