MOMENTUM, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung mematangkan pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi Tahun Ajaran 2026/2027 melalui rapat persiapan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Selasa (21/7/2026).
Program tersebut disiapkan sebagai strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membuka peluang kerja bagi lulusan SMA/SMK di pasar kerja internasional, khususnya Jepang.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Program Kelas Migran Vokasi menjadi langkah strategis dalam memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Lampung. Dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa dan lebih dari 70 persen berada pada usia produktif, Lampung dinilai memiliki modal besar untuk mencetak SDM yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila angkatan kerja memiliki kualitas dan produktivitas. Karena itu, kita harus mulai menyiapkan SDM sejak mereka masih berada di bangku SMA," katanya.
Menurut Gubernur, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci agar generasi muda Lampung mampu mengembangkan industri hilirisasi berbasis potensi daerah. Selama ini, komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, kopi, dan hasil perkebunan lainnya masih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh daerah masih terbatas.
Di sisi lain, terbatasnya lapangan pekerjaan dibanding jumlah lulusan setiap tahun membuat banyak tenaga kerja asal Lampung mencari peluang di luar daerah maupun luar negeri. Karena itu, Program Kelas Migran Vokasi dirancang untuk membekali peserta didik dengan kemampuan bahasa, karakter, dan keterampilan kerja sejak di bangku sekolah.
Jepang dipilih sebagai negara tujuan utama karena memiliki kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, sistem pembinaan yang baik, serta memberikan peluang bagi pekerja untuk meningkatkan kompetensi dan penghasilan.
"Kita ingin anak-anak Lampung berangkat dengan keterampilan, kembali dengan pengalaman, modal, dan kualitas SDM yang lebih baik sehingga mampu membangun ekonomi daerah," ujar Gubernur.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan Program Kelas Migran Vokasi lahir dari kebutuhan nyata untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Menurutnya, konsep tersebut bahkan mendapat perhatian pemerintah pusat dan menjadi salah satu inspirasi pengembangan program SMK Go Global.
"Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memastikan implementasinya berjalan sesuai arah dan target yang telah ditetapkan," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico menjelaskan rapat tersebut juga menjadi ajang evaluasi pelaksanaan program selama satu tahun terakhir sekaligus menyusun penyempurnaan untuk tahun ajaran 2026/2027.
Pada pelaksanaan perdana, lebih dari 8.000 siswa menyatakan minat mengikuti pembelajaran bahasa Jepang. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 193 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
Untuk pelaksanaan tahun ajaran mendatang, pemerintah akan memperketat seleksi peserta melalui asesmen awal, pemeriksaan kesehatan, pengukuran minat dan komitmen, serta dukungan orang tua. Seleksi terhadap LPK juga akan diperketat agar peserta memperoleh pendampingan dari lembaga pelatihan yang berkualitas.
Selain itu, pembelajaran bahasa Jepang akan ditingkatkan dari dua kali menjadi setiap hari dalam sepekan, sehingga kemampuan bahasa peserta berkembang lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di Jepang.
Pemprov Lampung optimistis penyempurnaan tersebut akan melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing global, serta mampu menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.(*)
Editor: Muhammad Furqon
